nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapalnya Diserempet Tanker, Tiga Nelayan Mengapung di Laut Selama 5 Jam

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 12:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 11 609 2077515 kapalnya-diserempet-tanker-tiga-nelayan-mengapung-di-laut-selama-5-jam-1qNfiBZjsh.jpg Ilustrasi.

MAKASSAR - Kapal kayu yang ditumpangi tiga nelayan asal Pulau Kapoposang, Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan diserempet kapal besi yang diduga kapal tanker.

Ketiga nelayan tersebut yakni Sahibe (45), Jamal (20) dan Ruslan (15). Kejadian bermula saat pemilik kapal kayu, Sahibe hendak mencari telur ikan terbang bersama anaknya Ruslan, dan keponakannya, Jamal.

Ketiganya berada 30 mil dari arah barat Pulau Kapoposang pada hari Senin (8/7) sekira Pukul 14.00 Wita.

Setelah sampai ke lokasi tempat ikan terbang berada, mereka pun mempersiapkan peralatan dan perlengkapan mencari ikan terbang, termasuk memasang rumpon dari daun kelapa agar ikan terbang menaruh telurnya di daun kelapa tersebut.

Baca juga: Petugas KKP Tertibkan Rumpon Ilegal Diduga Milik Nelayan Malaysia

Kapolres Pangkep AKBP Tulus mengatakan, saat itulah diduga kapal nelayan tersebut diserempet kapal besi. Kapal itu diperkirakan dari Pulau Kalimantan ke Parepare, Sulawesi Selatan.

"Tapi semua selamat dan sehat. Infonya mereka keserempet, tapi belum tahu yang serempet apa, masih kami dalami," kata Tulus kepada Okezone, Kamis (11/7/2019).

Sementara berdasarkan informasi dari Kepala Desa Mattiro Ujung, Hasan mengatakan kapal nelayan itu ditabrak kapal tanker. "Ketika kapal nelayan ini karam setelah ditabrak kapal tanker itu. Ketiganya sempat terapung-apung di tengah laut sekitar 5 jam dan nanti ditemukan pada Pukul 08.00 Wita. Sahibe dengan kawan-kawan ditemukan mengampung oleh Saharuddin warga Pulau Pandangan," ujar Hasan.

Dijelaskan Hasan, nelayan kemudian menolong dan mengevakuasi para korban bersama kapal untuk dibawa ke Pulau Kapoposan.

Dalam peristiwa ini Sahibe mengalami luka pada muka. Meski begitu korban luka tinggal menjalani rawat jalan di rumahnya.

Kasat Polairud AKP Ridwan Saenong menyatakan pihaknya sudah mengamankan kapal sebagai barang bukti dan telah berkoordinasi dengan Kapolsek Liukang Tupabbiring Utara, Kepala Desa Mattiro Ujung dan Syahbandar Maccini Baji untuk selanjutnya dilakukan proses penyelidikan dalam kecelakaan laut tersebut.

"Kita sudah amankan kapal nelayan yang telah mengalami kecelakaan laut sebagai barang bukti dan saat ini menunggu hasil koordinasi kemudian menelusuri keberadaan kapal tangker yang dilaporkan nelayan bahwa kapalnya tenggelam karena ditabrak oleh kapal tangker tersebut," ucap Ridwan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini