nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih dari 150 Orang Ditahan Menyusul Demonstrasi Rusuh pada Hari Bastille di Prancis

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 12:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 15 18 2078987 lebih-dari-150-orang-ditahan-menyusul-demonstrasi-rusuh-pada-hari-bastille-di-prancis-TUuDWwufgr.jpg Foto: Reuters.

PARIS - Polisi anti huru-hara dan demonstran anti pemerintah berhadapan pada perayaan Hari Bastille di Paris. Puluhan demonstran dilaporkan ditahan, dengan seruan-seruan menuntut Presiden Emmanuel Macron untuk mundur disuarakan di parade.

Pada Minggu siang, demonstran berbondong-bondong bergerak ke jalan Champs Elysees, membakar benda-benda dan mencoba memblokir jalan ikonik di Paris itu dengan barikade logam, tempat sampah dan puing-puing lainnya. Para pengunjuk rasa juga melemparkan batu dan botol ke tempat datangnya polisi anti huru-hara, yang kemudian membalas dengan tembakan gas air mata. Beberapa laporan menyebutkan sejumlah demonstran terluka dalam bentrokan tersebut, namun jumlah pastinya tidak disebutkan.

Foto: Reuters

Beberapa demonstran 'rompi kuning', yang sebelumnya telah dilarang oleh pihak berwenang, juga terlihat di tengah-tengah kekacauan. Demikian diwartakan RT, Senin (15/7/2019).

Para pemimpin gerakan ‘rompi kuning’ Maxim Nicholas, Eric Drue dan Jerome Rodriguez dikatakan telah ditahan. Polisi prefektur mengatakan bahwa secara keseluruhan, lebih dari 150 orang ditangkap.

Foto: Reuters

Demonstrasi yang diwarnai dengan kekerasan pada Minggu itu terjadi di tengah perayaan nasional Hari Bastille yang simbolis, yang menandai peringatan 230 tahun penyerangan penjara Bastille selama Revolusi Prancis dan jatuhnya monarki.

Sejak November 2018, puluhan ribu pengunjuk rasa anti-pemerintah yang disebut dengan gerakan 'rompi kuning,' telah berdemonstrasi di Paris dan di tempat lain di Prancis setiap akhir pekan untuk melampiaskan kemarahan mereka pada pemerintah dan kebijakannya tentang banyak masalah, mulai dari pajak bahan bakar hingga ketidaksetaraan pendapatan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini