PARIS - Polisi anti huru-hara dan demonstran anti pemerintah berhadapan pada perayaan Hari Bastille di Paris. Puluhan demonstran dilaporkan ditahan, dengan seruan-seruan menuntut Presiden Emmanuel Macron untuk mundur disuarakan di parade.
Pada Minggu siang, demonstran berbondong-bondong bergerak ke jalan Champs Elysees, membakar benda-benda dan mencoba memblokir jalan ikonik di Paris itu dengan barikade logam, tempat sampah dan puing-puing lainnya. Para pengunjuk rasa juga melemparkan batu dan botol ke tempat datangnya polisi anti huru-hara, yang kemudian membalas dengan tembakan gas air mata. Beberapa laporan menyebutkan sejumlah demonstran terluka dalam bentrokan tersebut, namun jumlah pastinya tidak disebutkan.

Foto: Reuters
Beberapa demonstran 'rompi kuning', yang sebelumnya telah dilarang oleh pihak berwenang, juga terlihat di tengah-tengah kekacauan. Demikian diwartakan RT, Senin (15/7/2019).