nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Larang Massa yang Berencana Demo di Rumah Prabowo

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 15:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 15 338 2079113 polisi-larang-massa-yang-berencana-demo-di-rumah-prabowo-3xyqau9Gsc.jpg Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jaringan Pemuda Penyelemat Konstituen (JPPK) berencana menggelar aksi demonstrasi di depan rumah pribadi Ketua Umum Partai Gerinda, Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).

Mengenai rencana itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menegaskan melarang rencana massa aksi tersebut. Alasannya, hal itu dilakukan di kediaman pribadi seseorang.

"Ada dalam undang-undang penyampaian pendapat di muka umum itu enggak boleh di rumah sakit, tempat ibadah, rumah pribadi enggak boleh unjuk rasa," kata Indra saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Baca Juga: Polri Belum Terima Data 32 Orang yang Hilang saat Aksi 21-22 Mei

Prabowo

Indra mengatakan, aksi tersebut dapat digolongkan sebagai pelanggaran hukum jika tetap dilaksanakan. Sebaiknya setiap kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah banyak harus disertai laporan kepada pihak polisi. Meski begitu, pihaknya tetap tidak akan mengizinkan aksi yang dilakukan JPPK di depan rumah Prabowo.

"Jadi, tentunya pasti dari pihak kepolisian tidak akan mengizinkan mereka melakukan ini. Walaupun, sifatnya pemberitahuan, pasti dari pihak keamanan akan menyampaikan bahwa dilarang melakukan atau menyampaikan aspirasi unjuk rasa di depan depan fasilitas pribadi," ujar Indra.

Sekadar diketahui, rencananya JPPK hari ini akan melakukan aksi di depan rumah Prabowo, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Salah satu tuntutan aksi mereka adalah meminta penjelasan Prabowo terkait pertemuan dengan Jokowi, sekaligus menanyakan soal surat wasiat.

Namun aksi itu urung dilakukan karena mereka belum melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian. Polisi tetap menyiapkan satu kompi pasukan untuk pengamanan. 

Baca Juga: Ombudsman Bakal Panggil Polri Terkait Kerusuhan 21-22 Mei

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini