nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tenggak Cairan Pembersih Lantai, Napi Kasus Investasi Bodong Tewas di Rutan Solo

Bramantyo, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 23:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 15 512 2079318 tenggak-cairan-pembersih-lantai-napi-kasus-investasi-bodong-tewas-di-rutan-solo-u7NwhM3t3Z.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

SOLO - Terpidana kasus investasi emas bodong, Yusak Sie Haryanto tewas diduga karena nekat meminum cairan pembersih lantai di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I A. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit dr Moewardi, Solo, namun tak tertolong.

Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Andi Rahmanto mengatakan, aksi nekat Yusak yang diduga menenggak cairan pembersih lantai diketahui saat tahanan lain yang berada satu blok dengan Yusak melihatnya muntah-muntah. Melihat kondisi itu, tahanan itu pun langsung melaporkannya ke petugas jaga.

"Dan saat petugas kami mengeceknya, benar Yusak muntah-muntah di kamar mandi," ujarnya, Senin (15/7/2019).

Baca Juga: Over Kapasitas Rutan & Lapas Berdampak Napi Jadi Suka Sejenis 

Seketika itu pun petugas membawa Yusak ke poliklinik yang ada di dalam Rutan. Namun, karena kondisinya yang sangat kritis, pihak Rutan berkonsultasi dengan kepolisian untuk membawa Yusak ke rumah sakit.

Ilustrasi

Pasalnya, meski Yusak sudah berstatus terpidana, Yusak juga sedang dalam proses sidang terkait kasus lain yang menjeratnya, dan statusnya juga sebagai tahanan Polresta Solo.

"Kami sudah upayakan melakukan pertolongan maksimal, namun yang bersangkutan akhirnya meninggal,” paparnya.

"Berdasarkan data kami, Yusak sudah menjalani vonis untuk kasus penipuannya. Namun, dia dijerat kasus lain sehingga masih menjalani sidang lanjutan,” imbuhnya.

Hingga saat ini, Andi belum bisa memastikan apa motif hingga Yusak pun berbuat nekat. Namun, Andi memastikan pihaknya akan berupaya keras agar kejadian yang pertama kali terjadi ini tidak terulang lagi di dalam Rutan Solo.

"Ke depannya jangan sampai terulang kembali," ujarnya.

Baca Juga: Viral Audrey Gadis Super Pintar Ditawari Kerja di BPPT Ternyata Hoax 

Yusak mendekam di Rutan Solo atas tuduhan penipuan berkedok investasi emas pada awal 2015 lalu. Yusak sendiri sempat menghilang dan berhasil diamankan pihak Kepolisian di Klaten pada Desember 2017.

Dirinya dijerat dengan dua pasal yakni penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Di mana, jumlah korbannya mencapai 108 orang dengan total kerugian Rp111 miliar.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini