Prabowo-Sandi Keok di Pilpres 2019, Ini Tanggapan Ketua PA 212

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 15 Juli 2019 05:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 15 605 2078841 prabowo-sandi-keok-di-pilpres-2019-ini-tanggapan-ketua-pa-212-K3ASgOTz6m.jpg Ketua PA 212, Ustaz Slamet Ma'rif (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustaz Slamet Maarif mengajak umat Islam pendukung Prabowo-Sandiaga Uno untuk mengakhiri perjuangan Pilpres. Menurutnya, perjuangan untuk memenangkan salah satu pasangan calon itu kini telah berakhir.

"Kawan-kawan semua ayolah Pilpres kemarin sudah selesai, Prabowo sudah selesai jangan terlalu dihantui itu terus, masih berharap sesuatu yang secara konstitusi sebetulnya sangat sangat kecil, jadi kalau anda ingin berjuang Prabowo ingin jadi presiden sudah selesai, peluang anda sudah tidak ada," ucap Slamet saat dikutip Okezone dari akun media sosial youtube Pecinta Habib Rizieq Syihab, Senin (15/7/2019).

Slamet menjelaskan, bahwa imam yang menjadi acuan dalam gerakan yang dilakukan untuk memberikan dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga Uno merupakan Habib Rizieq Shihab dan bukan Prabowo, untuk itu semangat perjuangan akan terus berlanjut.

 Prabowo dan Jokowi

"Saya ingatkan kepada alumni 212, imam anda itu siapa, apa yang ada di Makkah atau di Kertanegara, ini perlu kita ingatkan oleh karenanya ruh sepirit 212 enggak perlu berhenti karena kemarin kita ikut dalam perpolitikan sebagai alat dan kendaraan perjuangan kita," paparnya.

Menurutnya, Prabowo-Sandi merupakan alat perjuangan PA 212 untuk menegakkan keadilan di Indonesia, namun apabila alat itu sudah tidak bisa digunakan maka perjuangan akan terus dilakukan dengan cara-cara lain.

"Kemarin partai-partai, DPR, Prabowo-Sandi itu adalah alat perjuangan, kendaraan kita, kalau alatnya sudah macet sudah rusak jangan di paksain. Turun bareng-bareng cari kendaraan lain," tegasnya.

 BPN Prabowo-Sandiaga Uno

Masih ada perjuangan lain lanjut Slamet, salah satunya berjuang pada Pilkada 2020. Ia pun meminta agar fokus untuk menegakkan perjuangan dan tidak terjebak pada kekalahan Prabowo. Sebab perjuangan untuk manusia bisa membuat kita berputus asa namun apabila memperjuangan nilai-nilai Islam akan memberikan spirit baru.

"Kemarin kita perjuangkan seseorang hari ini mungkin kita pesimis dan bunuh diri bisa jadi, tapi kalau kita perjuangkan nilai-nilai Islam pasti akan menimbulkan semangat baru untuk mencapai kemenangan, kami semua yakin kemenangan akan Allah kasih buat kita jangan takut tunggu peluang itu oleh karena itu jangan pecah belah ayo bersatu kembali," tukasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini