nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG Ungkap Pemicu Gempa Besar di Bali pada Selasa Pagi

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 08:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 16 244 2079415 bmkg-ungkap-pemicu-gempa-besar-di-bali-pada-selasa-pagi-uU4JQIPs53.jpg Kerusakan di gerbang masuk Nusa Dua, Bali, akibat gempa besar pada Selasa pagi. (Foto: Twitter @boengsoe_)

DENPASAR – Gempa besar mengguncang wilayah Bali sekira pukul 08.18.35 Wita, Selasa (16/7/2019). Gempa yang terjadi di selatan Bali, wilayah Samudera Hindia selatan Bali-Nusa Tenggara, ini merupakan jenis tektonik.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia merupakan pemicu gempa bumi ini.

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 6,0 Guncang Nusa Dua Bali 

Dalam keterangannya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault).

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 6,0 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,8. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT atau tepatnya berlokasi di laut dengan jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada kedalaman 104 km.

Gempa bumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini, dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, dilaporkan dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, jember, lumajang II- III MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," jelas Rahmat Triyono.

Baca juga: Getaran Gempa Bali Terasa hingga Lombok, Warga & Anak Sekolah Panik Berhamburan 

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 08.50 Wita, hasil monitoring BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbaunya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini