nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gempa Bali Turut Merusak Kantor BMKG dan Rumah Ibadah

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 10:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 16 244 2079472 gempa-bali-turut-merusak-kantor-bmkg-dan-rumah-ibadah-xCwSt5eLgo.jpg Kerusakan di gerbang masuk Nusa Dua, Bali, akibat gempa besar pada Selasa pagi. (Foto: Twitter @boengsoe_)

JAKARTA – Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 yang menguncang Bali nyaris meluluhlantakkan rumah ibadah dan turut merusak Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Bali.

"Kantor BMKG Wilayah III, genting berjatuhan, dan kaca pecah. Genting Alfamart berjatuhan dan sebuah rumah di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pelanggaran, Banyuwangi. Tembok rumah roboh," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono ketika dikonfirmasi Okezone, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: BMKG Mutakhirkan Gempa Bali Menjadi Bermagnitudo 5,8 

Tidak hanya perkantoran, gempa Bali juga memberikan dampak ke banguan rumah ibadah.

"Pura Pemkot Denpasar di taman kota, Candi Bentar, rusak dan pintu masuk Nusa Dua (Candi Bentar) patah bagian atas, rusak runtuh," terangnya.

Selanjutnya, dampak gempa tersebut juga menghancurkan sejumlah sekolah yang ada di Bali.

Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Shutterstock)

"SD Ingatan Badung, tembok retak. SMP 2 Kuta Selatan genting berjatuhan, SDN 1 Kutuh, Kuta Selatan, genting berjatuhan," paparnya.

Hingga kini belum ada laporan resmi terkait apakah ada korban dari gempa tersebut. Begitu juga apakah ada evakuasi siswa yang ada berada di dalam kelas saat gempa terjadi.

Baca juga: Getaran Kuat Gempa 6,0 Bali Ikut Dirasakan Warga Jember 

Sebagaimana diberitakan, lokasi gempa bermagnitudo 5,8 itu berada di titik koordinat 9,11 lintang selatan dan 114,54 bujur timur. Jarak gempa berada di 83 kilometer barat daya Nusa Dua, Bali. Kedalamannya mencapai 68 km.

BMKG menegaskan gempa di Nusa Dua ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Masyarakat pun diimbau tetap tenang serta tidak memercayai informasi yang belum diketahui kebenarannya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini