Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Survei ETOS Institute: Bamsoet dan Airlangga Hartarto Calon Kuat Ketum Golkar

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Selasa, 16 Juli 2019 |19:45 WIB
Survei ETOS Institute: Bamsoet dan Airlangga Hartarto Calon Kuat Ketum Golkar
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar jadi isu politik hangat usai gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu. Dua nama kuat digadang-gadang jadi magnet perebutan kursi orang nomor satu di Partai Berlambang Beringin tersebut.

Hasil survei ETOS Institute menyebutkan, Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Airlangga Hartarto jadi kandidat kuat dalam perebutan kursi Ketua Umum Golkar Periode 2019-2024. Sejumlah nama lain memang muncul, namun tmpaknya tak akan mampu melengserkan digdaya dua nama tersebut.

Survei yang dilakukan 1.000 responden yang terdiri dari simpatisan, anggota dan fungsionaris Partai Golkar pada 1-14 Juli 2019 menyebutkan bahwa 42 persen suara memilih Bambang Soesatyo sedangkan Airlangga Hartarto didukung 37 persen lainnya.

Bamsoet dan Airlangga Hartarto

"Dua nama menjadi calon Ketua Umum Partai Golkar yang paling banyak dipilih responden yaitu Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto," kata Iskandarsyah, Senin (15/7/2019).

Selain Bamsoet dan Airlangga, ada nama Indra Bambang Utoyo mendapat dukungan sebesar 8%, Agus Gumiwang 7%, Ahmad Doli Kurnia 5% dan Yorrys Raweyai 1%.

"Berdasarkan hasil ini, diperoleh 63% responden yang menginginkan pergantian kepemimpinan pusat," ujarnya.

Baca Juga: JK Tak Setuju Wacana Percepatan Munas Partai Golkar

Iskandarsyah mengatakan dengan adanya hal tersebut Ketua DPR itu memiliki suara yang potensial di dalam internal Partai Golkar untuk maju menjadi Caketum Partai berlogo beringin itu.

"Kalau untuk suara sendiri, mas Bambang sangat punya suara potensial di internal partai Golkar, walaupun survei yang kita buat dengan 1000 responden sudah respresentasi suara partai Golkar," jelasnya.

Menurutnya, Bambang Soesatyo memiliki 65% suara dari total keseluruan DPD Golkar baik tingkat l maupun tingkat ll. "Saya pastikan minimal 65%," tambahnya.

Dia mengatakan, sebanyak 58% responden menyatakan Tidak Puas terhadap kepemimpinan pusat partai Golkar, 31% menyatakan puas dan 11% memilih tidak menjawab.

"Akibat menurunnya suara Partai Golkar dalam pemilu 2019, menjadi faktor yang cukup mempengaruhi pendapat responden terkait kepuasan terhadap kepemimpinan pusat partai," ucapnya.

Survei ini menggunakan sampel sekitar 1.000 responden; Berdasarkan jumlah sampel ini, diperkirakan margin of error sebesar sekitar 3% dengan tingkat kepercayaan 90%.

Responden diwawancari lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Pengamatan kualitatif terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam pengamatan kualitatif ini tidak ditemukan kesalahan yang berarti.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement