nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

446 Desa di Jatim Rawan Kekeringan, Pemprov Lakukan Antisipasi

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 14:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 16 519 2079583 446-desa-di-jatim-rawan-kekeringan-pemprov-lakukan-antisipasi-CN6oRVyxKR.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kekeringan pada masa hari tanpa hujan.

Sekertaris Daerah (Sekda) Jawa Timur Heru Tjahyono mengatakan pihaknya telah berkordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur.

"Dengan Bu Gubernur beberapa waktu yang lalu kami datang ke kabupaten yang menderita kekeringan. Pemprov akan mengintervensi kekeringan khususnya di bulan Agustus yang memang betul-betul menurut BMKG ada kekeringan," kata Heru, Selasa (16/7/2019).

Pihak Pemprov juga mencermati setidaknya 446 desa yang rawan kekeringan di wilayah Kabupaten Pacitan, Trenggalek, dan Bojonegoro.

Sawah di Bekasi mengalami kekeringan. (Foto : Wijayakusuma/Okezone)

"Ada 446 titik desa yang rawan di wilayah Trenggalek, Pacitan, Bojonegoro, dan Pasuruan," tuturnya.

Heru juga melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk mengantisipasi kekeringan dengan menyalurkan aliran air ke bendungan dan waduk di daerah-daerah yang terdekat.

"Yang pertama kita bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, untuk menyalurkan air bendungan ke daerah-daerah yang dekat. Kedua kita cari sumber-sumber air yang bisa dimanfaatkan, yang ketiga bantuan air," tuturnya.


Baca Juga : Lebih dari 12 Ribu KK di Jabar Kesulitan Air Bersih

Sebelumnya BMKG Kelas 1 Juanda Surabaya menyebut beberapa wilayah di Jawa Timur akan mengalami fenomena Hari Tanpa Hujan (HTH) sejak Juni 2019, dengan puncaknya pada Agustus 2019.


Baca Juga : BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sampai September 2019

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini