JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, bentrokan kedua kelompok warga di Mesuji, Lampung dikarenakan perebutan hak pengelolaan atas tanah hutan lindung.
"Secara garis besar akibat benturan kelompok masyarakat karena upaya mengolah tanah yang sebenarnya ada di hutan lindung. Di satu sisi, pendatang ke sana untuk melakukan pengolahan tanah, tapi di sisi lain, ada yang mengklaim hak atas tanah tersebut," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta seperti dilansir dari Antara, Kamis (18/7/2019).
Baca juga: 4 Korban Tewas Akibat Bentrokan di Mesuji Telah Dimakamkan
Menurut dia, konflik antarkelompok masyarakat ini bukan yang pertama kali terjadi. "Sudah beberapa kali terjadi (konflik) di area tersebut," ucapnya.
Baca juga: Kondisi Mesuji Sudah Kondusif, Ratusan Personel TNI/Polri Masih Bersiaga

Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk menemukan pelaku yang menjadi provokator bentrokan. Peristiwa bentrokan ini menyebabkan empat nyawa melayang dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka.
Saat ini kondisi keamanan di Mesuji, Lampung, sudah kondusif. Masyarakat setempat pun telah melakukan aktivitas seperti biasa. Dan kini ratusan personel TNI-Polri masih berada di lokasi tersebut pascabentrokan antardua kelompok warga tersebut untuk menjaga keamanan.
"Saat ini kondisi di lokasi bentrok kondusif," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.