BANDARLAMPUNG – Empat korban tewas dalam bentrokan antarwarga di Kabupaten Mesuji, Lampung, telah dibawa pihak keluarga dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Lampung, Bandarlampung, untuk selanjutnya dimakamkan. Sementara korban lainnya yang mengalami luka-luka masih menjalani perawatan.
"Ada 13 korban bentrok antarwarga Mesuji di RS Bhayangkara. Sembilan di antaranya masih dirawat, sisanya yang meninggal telah dibawa ke Mesuji untuk dimakamkan hari ini," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pandra Arsyad di Bandarlampung, mengutip Antaranews, Kamis (18/7/2019).
Ia menyebutkan korban tewas akibat bentrok antarwarga di Mesuji tersebut telah dibawa pihak keluarga dan dimakamkan.
Sedangkan sembilan korban bentrok antarwarga di Mesuji masih dirawat intensif di RS Bhayangkara karena mengalami luka-luka berat dan ringan.
"Jumlah bentrok antarwarga di Mesuji kemarin sekarang tengah dirawat di ruang Kutilang dan Gelatik RS Bhayangkara," ucapnya.
Pandra mengatakan, korban yang mengalami luka berat dan ringan akan menjalani penanganan medis lanjutan.
"Korban tewas maupun luka-luka tersebut diduga akibat terkena sabetan benda tajam," katanya.
Sementara itu, sejumlah wartawan berada di RS Bhayangkara sejak pagi hari untuk meliput kondisi pasien akibat bentrok antarwarga.

Wartawan tak diperkenankan masuk ke ruang korban bentrok tersebut oleh petugas setempat.
Bentrokan antarwarga tersebut terjadi pada Rabu, 17 Juli 2019, siang sekira pukul 14.00 WIB di Mekar Jaya Abadi KHP Register 45 SBM.
Sekira pukul 11.00 WIB saat itu datang alat berat bajak milik kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya dan kemudian melakukan pembajakan di lokasi KHP Register 45 Mekar Jaya Abadi.
Pembajakan dilakukan di area tanah seluas setengah hektare milik salah satu warga bernama Yusuf (41) yang merupakan kelompok Mekar Jaya Abadi.