nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miris, Dokter Gigi di Solok Selatan Ditolak Jadi PNS karena Disabilitas

Rus Akbar, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 14:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 22 340 2082018 miris-dokter-gigi-di-solok-selatan-ditolak-jadi-pns-karena-disabilitas-jNLFBA0fD5.jpg drg Romi (tengah, baju putih) saat mengikuti aksi protes bersama LBH Padang. (Foto: Rus Akbar/Okezone)

PADANG - Romi Syofpa Ismael, seorang dokter gigi penyandang disabilitas yang menggunakan alat bantu kursi roda dicoret namanya dari daftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh Bupati Solok Selatan, meski sudah dinyatakan lulus tahapan seleksi. Kasus ini pun menuai simpati publik yang kemudian mengecam si bupati.

Sejak tahun 2015, Romi mengabdi sebagai PTT/honorer dokter gigi Puskesmas Talunan yang merupakan salah satu wilayah terpencil di Solok Selatan.

Pada Juli 2016, pasca operasi sesar melahirkan putri keduanya, dia menderita kelemahan pada otot tungkai bawah. Setelah berobat selama tiga bulan, dia kembali memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Talunan dengan menggunakan kursi roda.

Tahun 2018, Romi mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan mengambil formasi dokter gigi di Puskesmas Talunan yang hanya disediakan untuk satu orang.

Foto: Rus Akbar/Okezone

Setelah mengikuti ujian, Pemda Solok Selatan mengumumkan Romi lulus menjadi CPNS dan diminta untuk memenuhi kelengkapan administrasi. Dalam proses pemenuhan kelengkapan administrasi, Romi mendapatkan tantangan.

Kondisinya yang menggunakan kursi roda ketika memenuhi persyaratan kesehatan jasmani mesti melakukan uji coba pelayanan di rumah sakit. Setelah itu, dokter mengeluarkan surat keterangan yang mengatakan kondisi fisik Romi sehat dengan catatan ada kelemahan di otot tungkai bawah, serta memberikan saran agar memperoleh pendapat dari ahli okupasi.

Setelah itu, Romi mendatangi RSUP M. Djamil Padang untuk mendapatkan rekomendasi dari ahli rehabilitasi medik dan kemudian ahli okupasi di Pekanbaru mengatakan kondisi disabilitasnya tidak mengganggu pada pekerjaannya sebagai dokter gigi. Setelah itu, Romi memberikan kelengkapan syarat administrasi yang diterima oleh Pemda Solok Selatan.

Foto: Rus Akbar/Okezone

Namun tiba-tiba, Romi menerima pengumuman bahwa kelulusan CPNS-nya dibatalkan oleh Bupati Solok Selatan pada 18 Maret 2019 dengan alasan mengundurkan diri dan atau tidak memenuhi persyaratan tertentu sehingga berkas yang sudah dilengkapi tidak dikirimkan ke Badan Kepegawaian Negara sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan nomor induk kepegawaian.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini