nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Berkomentar Soal "Hapus Afghanistan dari Muka Bumi", Kabul Minta Penjelasan AS

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 17:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 23 18 2082620 trump-berkomentar-soal-hapus-afghanistan-dari-muka-bumi-kabul-minta-penjelasan-as-UmK9p7ecPx.jpg Foto: Reuters.

KABUL – Pemerintah Afghanistan meminta Amerika Serikat (AS) untuk mengklarifikasi komentar Presiden Donald Trump yang mengatakan bahwa dia dapat memenangkan perang di Afghanistan jika dia “memusnahkan” negara itu secara total.

Tanpa basa-basi, Kantor Kepresidenan Afghanistan mengatakan bahwa masa depan negara itu tidak ditentukan oleh Washington atau pun negara asing lainnya.

BACA JUGA: Donald Trump: Jika Perang, Afghanistan Akan Hilang dari Bumi dalam 10 Hari

“Bangsa Afghanistan tidak dan tidak akan pernah membiarkan kekuatan asing menentukan nasibnya,” demikian disampaikan Kantor Kepresidenan Afghanistan dalam pernyataan yang dilansir RT, Selasa (23/7/2019).

Pernyataan itu mengatakan bahwa Kabul mendukung upaya AS "untuk memastikan perdamaian di Afghanistan, pemerintah menggarisbawahi bahwa kepala negara asing tidak dapat menentukan nasib Afghanistan tanpa kepemimpinan Afghanistan."

“Afghanistan akan tetap bermartabat dan kokoh di arena politik global.”

Disampaikan juga bahwa Pemerintah Afghanistan meminta “klarifikasi terkait pernyataan Presiden AS” melalui saluran dan cara-cara diplomatik.

Pada Senin, Trump sesumbar bahwa dia dapat “memenangi” perang di Afghanistan dalam waktu 10 hari, tetapi itu akan menelan jutaan korban jiwa dan negara itu "akan dihapus dari muka bumi".

BACA JUGA: Capai Kemajuan, Perundingan AS dan Taliban di Doha Gagal Hasilkan Kesepakatan

Perang di Afghanistan yang pecah pada 2001 telah menewaskan puluhan ribu warga sipil dan sekira 2.300 personel militer AS. Selama hampir 20 tahun, perang itu diperkirakan telah menghabiskan biaya sebesar sekira USD1 triliun.

Terlepas dari tingginya korban jiwa dan biaya yang telah hilang, perang tersebut masih belum menunjukkan akan berakhir, terlebih dengan kemajuan yang diperoleh kelompok militan Taliban di kawasan itu. Pemerintah Afghanistan di Kabul saat ini diyakini hanya mengontrol kurang dari 60 persen distrik di negara itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini