Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menilik Potensi Kopi Arabika Flores Bajawa (AFB) yang Semakin Mendunia

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 26 Juli 2019 |09:03 WIB
Menilik Potensi Kopi Arabika Flores Bajawa (AFB) yang Semakin Mendunia
Penggiat kopi di Kabupaten Ngada, Marselina. Foto: Dimas Andhika Fikri/Okezone
A
A
A

Pada 2016, ia secara resmi menyandang status Arabica Q Grader. Bahkan menjadi satu-satunya perempuan di Kabupaten Ngada yang menyandang status tersebut.

Berbagi Ilmu

Sebagai seorang Q Grader, Marselina merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memajukan sektor pertanian di daerahnya. Ia pun berinisiatif membagi ilmu yang ia dapatkan kepada para petani lokal.

"Mengedukasi teman-teman itu sudah jadi kewajiban saya. Sekarang saya sering berbagi ilmu baik dari tahap proses budidaya di kebun hingga pasca panen," ungkapnya.

Niat baik Marselina disambut baik oleh para petani. Mereka benar-benar menerapkan ilmu dan informasi yang ia berikan, dan kini sudah paham bagaimana memproduksi biji kopi berkualitas, serta mengolah komiditi tersebut hingga memiliki nilai tambah.

Sementara untuk anak muda, ia juga meluncurkan program khusus yang diberni nama 'cupping bersama'. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan minat anak muda Ngada agar tertarik mendalami bisnis kopi.

"Bisa dibilang sekarang 80% petani sudah mengikuti standar. Jadi kualitas kopi mereka terjamin," timpalnya

Bantuan pemerintah

Bila menilik dari sisi sejarah perkembangan industri kopi di Kabupaten Ngada, Flores, Jawa Tengah, pemerintah pusat maupun daerah sebetulnya sudah mengeluarkan sejumlah program untuk memaksimalkan kopi AFB sebagai komiditi unggalan.

Dimulai dari 2005, yang mana pada saat itu dikeluarkan program perluasan areal lahan kopi Arabica di Kabupaten Ngada. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah sangat serius dalam mengelola industri kopi di kabupaten tersebut.

"Dulu kebun kopi di Ngada ditanam selang seling. Maksudnya, dari 1 hektare lahan dibagi-bagi lagi. Jadi ada kebun kopi, sayuran, dan lain-lain. Setelah program perluasan lahan diluncurkan, kami akhirnya sadar bahwa kopi adalah komiditi unggulan yang bisa diandalkan," jelas Marselina.

Kemudian berlanjut pada 2007, para petani kopi mendapatkan sosialisasi bagaimana tata cara menanam pohon kopi yang baik dan sesuai dengan standar berlaku. Mereka diajarkan tentang teknik-teknik dasar menanam pohon kopi. Mulai dari jarak tanam, cara menggali tanah, hingga pemilihan bibit yang tepat.

Tahun 2014 pemerintah juga memberikan bantuan fasilitas pendukung seperti alat-alat untuk menjemur dan menyangrai (roasting) kopi. Alhasil kualitas kopi dari petani Ngada mengalami peningkatan yang signifikan.

"Tadinya kopi kami masih umum dan dijual Rp16 ribuan per Kg, sekarang sudah bisa diolah menjadi specialty coffee. Tidak ada lagi kopi arang yang hangus saat di-roasting, dan sekarang tidak ada lagi kopi yang dijemur langsung di atas tanah," tegas Marselina.

"Seandainya dari dulu kopi kami dihargai tinggi, mungkin kami bisa mengenyam jenjang pendidikan yang tinggi," tambahnya.

Potensi Kopi Arabica Flores Bajawa (AFB)

Berbicara soal potensi kopi Arabika Flores Bajawa (AFB) yang menjadi unggulan Kabupaten Ngada, Marselina menuturkan bahwa potensinya tidak kalah dengan jenis-jenis kopi lainnya.

Kopi AFB, menurut Marselina, termasuk dalam varietas S 795. Ia memiliki karakter khusus dengan aroma dan rasa yang sangat khas mulai dari caramel, vanilla, fruity, dan honey.

After tastenya terbilang panjang. Bila digambarkan, ketika Anda meminum AFB pada pagi hari, rasanya akan menempel hingga sore hari. Tingkat keasaman kopi ini termasuk dalam kategori sedang (medium) dengan body yang cukup tebal.

Sementara untuk proses penyeduhannya bisa dilakukan dengan berbagai cara. "Kopi Bajawa mau diapakan saja enak. Mau di-V60, tubruk, atau french press, punya karakter masing-masing. Kalau wisatawan asing paling suka menggunakan french press karena rasanya lebih lembut," ujarnya.

Marselina menambahkan, saat ini kopi AFB juga telah diakui di kancah internasional. Amerika Serikat dan Australia digadang-gadang menjadi pelanggan tetap produk kopi AFB.

"Tahun lalu Australia beli kopi kami sampai 2 kontainer. Mudah-mudahan ke depannya ada negara lain yang melirik kopi AFB," tukasnya.

(Abu Sahma Pane)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement