Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tombak Sulu-Sulu & Aek Sipangolu, Destinasi Humbahas yang Tak Lepas dari Cerita Sisingamangaraja

Tombak Sulu-Sulu & Aek Sipangolu, Destinasi Humbahas yang Tak Lepas dari Cerita Sisingamangaraja
Foto: dok.Humas Kemenpar
A
A
A

BAKKARA – Hampir semua destinasi di kawasan Bakkara, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasudutan (Humbahas), Sumatera Utara, tak lepas dari nama Sisingamangaraja. Predikatnya sebagai seorang pejuang sejati yang anti penjajahan dan perbudakan menjadikannya sangat dikenang.

"Story telling yang paling kuat dan mengena memang Sisingamangaraja. Semua yang ada di Bakkara pasti punya keterkaitan emosional dengan Sisingamangaraja," ujar Rode Ayu Wahyuningputri, Anggota Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kamis (25/7/2019).

Sebagai contoh, destinasi Tombak Sulu-Sulu yang merupakan gua batu diklaim sebagai tempat kelahiran Sisingamangaraja. Dalam folklore yang berkembang di masyarakat Humbahas, disebutkan di sanalah ibunda Sisingamangaraja I, yakni Boru Pasaribu menerima wahyu dari Tuhan. Boru Pasaribu kemudian melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak menjadi seorang raja di Bakkara.

"Anak laki-laki itu kemudian diberi nama Manghuntal. Manghuntal inilah yang dikenal sebagai Sisingamangaraja I. Dari sinilah trah Sisingamangaraja dimulai. Mereka memerintah negeri Bakkara. Trah ini berakhir pada Sisingamangaraja XII yang gugur di tangan Belanda pada 1907," ujar Lead Surveyor Tim Live in Marbun, Bob Moningka.

Secara fisik Tombak Sulu-Sulu termasuk unik, yang mana destinasinya merupakan batuan karst yang telah berumur 250 juta tahun. Semuanya terbentuk akibat pergeseran lempeng bumi. Keunikan lainnya, destinasinya dililit akar-akar pohon besar yang menjuntai. Pohon itu dalam bahasa lokal disebut pohon sangka madeha.

Kemudian destinasi Aek Sipangolu juga tak lepas dari sejarah Sisingamangaraja. Aek sendiri dalam bahasa Indonesia artinya air. Nah, diceritakan bahwa kemuculan Aek Sipangolu berawal dari hausnya Sisingamangaraja saat sedang dalam perjalananan dari Manduamas ke daerah Barus.

Untuk menemukan air minum, sambil berdoa Sisingamangaraja menancapkan tomba di bekas pijakan kakinya. "Seketika air keluar dan mengalir hingga saat ini. Story telling seperti ini bisa men-drive milenial Malaysia untuk datang ke Bakkara," timpal Pembimbing Inspire Travel and Tourism Learning Center Jakarta, Krisanti Kurniawan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement