Selanjutnya ke arah timur Sulawesi terdapat sesar Matano dengan pergeseran sekitar 20 mm/tahun. Tim Pusat Studi Gempa Nasional pun sepakat bahwa bagian tengah Pulau Sulawesi memiliki sebaran gempa yang bersifat dangkal dan acak.
Buku yang diterbitkan Pusat Penelitian Pengembangan Perumahan dan Permukiman Badan Penelitian dan Pengembangan Kenterian PUPR itu melaporkan bahwa sesar di Pulau Sulawesi mempunyai tatanan sesar rumit yang terdiri dari sesar aktif bergerak dan tidak lagi bergerak. Terdapat banyak sesar yang berada di Sulawesi.

Sesar Sulawesi itu di antaranya sesar Palu-Koro yang meliputi Makassar, Palu, Suluki, dan Moa. Kemudian sesar Matano yang meliputi Kulena, Pewusai, Matano, Pamsoa, Ballawai, dan Geressa. Sesar Naik Batui, sesar Naik Balatak. Selanjutnya sesar Makassar sampai ke Mamuju, dan Somba.
Sesar Buton, sesar Palolo, sesar Lembah Bada, sesar Besoa, Peleng, Ambelang, Sausu, Tokararu, Tondano, Poso, Loa, Weluki, Tomini, Lawanopo, sesar Tolo, Gorontalo, Walanae, Kendari, hingga sesar Sulawesi Utara yang meliputi Napu, Tarakan, dan Maleei.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.