Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini "Generator" yang Bisa Picu Gempa dan Tsunami di Selatan Jawa

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Sabtu, 27 Juli 2019 |13:32 WIB
Ini
Ilustrasi
A
A
A

Hal tersebut dibuktikan dengan seringnya Pulau Jawa diguncang gempa. Berdasarkan data, gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 7,0 pada tahun 1840, 1859, 1863,1867, 1871, 1896, 1903, 1921, 1923, 1937, 1945,1958, 1962, 1967, 1979, 1980, 1981, 1994, dan 2006.

Sementara itu, tsunami Selatan Jawa juga pernah terjadi pada tahun 1840, 1859, 1921, 1994, dan 2006. Menurut Daryono, bukti ini menunjukkan bahwa informasi potensi bahaya gempa yang disampaikan para ahli adalah benar bukanlah berita bohong.

“Besarnya magnitudo gempa yang disampaikan para pakar adalah potensi bukan prediksi, sehingga kapan terjadinya tidak ada satupun orang yang tahu,” ungkapnya.

Dikarenakan setiap gempa dan tsunami tidak memiliki kepastian kapan akan terjadi, maka Daryono mengimbau agar melakukan beberap upaya untuk mengurangi resiko terjadinya bencana, baik secara fisik maupun non-fisik.

“Untuk itu dalam ketidakpastian kapan terjadinya, kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan non struktural yang nyata dengan cara membangun bangunan aman gempa, melakukan penataan tata ruang pantai yang aman dari tsunami, serta membangun kapasitas masyarakat terkait cara selamat saat terjadi gempa dan tsunami,” papar Daryono.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement