JAKARTA - Senior Partai Golkar serta para calon ketua umum yang hendak menjadi orang nomor satu di partai pohon beringin, diminta saling menjaga kebesaran Partai Golkar.
Salah satunya dengan tidak lagi mengumbar serangan-serangan pada lawan dengan tidak beretika yang bertujuan menjatuhkan ketua umum yang sedang memimpin, sebab ketua umum adalah representasi Partai Golkar. Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Robi Anugrah Marpaung.
"Badan Advokasi Hukum dan HAM yang dibentuk untuk menjaga marwah Partai Golkar akan senantiasa melakukan langkah advokasi hukum bagi siapa saja yang ingin menjatuhkan nama baik Ketua Umum dan Partai Golkar tidak terkecuali. Untuk itu kami mengimbau seluruh kader di semua tingkatan juga termasuk yang di luar, agar berpolitik santun dan bijak, dengan berpikir dulu sebelum menyampaikan pandangan di ruang publik," ujar Robi, Minggu (28/7/2019).
Robi mengatakan, langkah sebagian kader Golkar yang mendesak digelarnya Munas dengan mengumbar opini "kosong" di ruang publik dan cendrung menjelekkan kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bisa mencoreng Golkar.
"Hal ini bisa dipandang sebagai tindakan yang berpotensi menjatuhkan Partai Golkar di mata Partai Koalisi Pengusung Presiden dan Wakil Presiden terpilih, serta masyarakat," kata dia

Di sisi lain, ia memandang kepemimpinan Airlangga telah menorehkan sejumlah keberhasilan. Di antaranya sukses melakukan konsolidasi, reformasi dan transformasi Partai Golkar sebagai partai yang digandrungi kaum muda generasi melenial.