Namun dia menegaskan, berdasarkan analisa, jika terjadi kabut di Riau, negara yang paling terdapak adalah Malaysia melalui Selat Malaka. "Kalau ke negara ada potensinya, tapi tidak terlalu," sambungnya.
Dia mengatakan, saat ini Riau masih dalam musim kemarau panjang. Musim kering terjadi sejak awal Juli dan diperkirakan sampai bulan September. Kebakaran hutan dan lahan perlu terus diwaspadai selama tiga bulan ini karena musim penghujan baru akan terjadi pada bulan Oktober 2019. Dalam beberapa hari ini sejumlah wilayah di Riau sudah melalui diselimuti asap. Namun asap tidak separah pada tahun 2014 dan 2015.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengatakan saat ini ada dua wilayah yang menjadi konsentrasi tim gabungan yakni Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan. Kebakaran ada di beberapa titik.
"Tim Satgas Udara dan Satgas Darat terus melakukan upaya pemadaman di dua daerah tersebut," ucap Edwar yang juga Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau.

(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.