nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggota Brimob di Papua Tewas Digigit Ular Jenis Death Adder

Saldi Hermanto, Jurnalis · Selasa 30 Juli 2019 01:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 29 340 2085200 anggota-brimob-di-papua-tewas-digigit-ular-jenis-death-adder-2P03UGfwYa.JPG Bripka Desri Sahrondi meninggal dunia usai digigit ular jenis Death Adder (Foto: Saldi Hermanto/Okezone)

TIMIKA - Anggota Satbrimobda Polda Sumatera Barat (Sumbar) yang bertugas di bawah kendali operasi (BKO) Polda Papua dan tergabung dalam Satgas Amole pengamanan obyek vital nasional PT Freeport Indonesia, Bripka Desri Sahrondi, meninggal dunia pada Senin (29/7/2019).

Bripka Desri meninggal setelah sebelumnya pada Sabtu, 27 Juli 2019 lalu digigit ular jenis death adder.

Informasi awal yang diperoleh Okezone di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, menerangkan bahwa peristiwa terjadi pada Sabtu lalu sekitar pukul 11.30 WIT saat korban Bripka Desri bersama rekannya Bripka M Suhirman melakukan pengamanan di area sekitar Pos Iwaka, Distrik Kuala Kencana menjaga para rekannya yang sedang mandi di sungai atau Kali Iwaka.

Korban saat itu duduk di atas batang kayu yang sudah ditebang dengan posisi tangan kanan diletakkan bersandar pada pohon. Secara tiba-tiba seekor ular muncul di dekat tangan korban dan langsung menggigit tangan kanan.

Seketika itu secara refleks korban langsung memegang ular tersebut meski sempat digigit beberapa kali, kemudian ular dimasukkan korban ke dalam botol air mineral yang sedang Ia pegang.

Ular Black Adder

Selanjutnya, korban terlihat oleh rekannya sedang memijat-mijat tangan bekas gigitan ular, dengan maksud mengeluarkan racun atau bisa ular tersebut. Saat ditanya oleh rekannya, korban mengatakan dirinya baru saja digigit ular.

Sekitar pukul 12.00 WIT rekan korban kemudian memanggil (melalui radio) Posko Amole guna meminta bantuan ambulans. Sekitar pukul 12.30 WIT ambulans baru tiba dan membawa korban ke klinik Kuala Kencana dengan kondisi yang sudah tidak sadarkan diri.

Ketika tiba di klinik Kuala Kencana korban sempat kehilangan napas, namun petugas medis berhasil melakukan resusitasi (pertolongan pertama bagi korban gagal napas-red) akhirnya korban bisa bernapas kembali.

Kemudian, petugas medis dari klinik Kuala Kencana merujuk korban ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas untuk mendapat perawatan lebih lanjut, yang mana berdasarkan keterangan dokter bahwa kondisi saraf otak korban sudah tidak berfungsi.

Ular Black Adder

Hingga Senin pagi korban masih dirawat secara intensif di RSMM Caritas. Namun, sekitar pukul 09.00 WIT korban akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. "Yang bersangkutan pagi ini jam 09.00 WIT dinyatakan meninggal dunia," kata Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto saat dikonfirmasi.

Sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat siang tadi sekitar pukul 14.00 WIT, korban terlebih dahulu disalatkan di masjid sekitar area Bandara Internasional Mozes Kilangan Timika. Jenazah korban dilepas dengan dilakukan upacara pelepasan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini