nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Risma Buat Rumah Kompos Olah Sampah Jadi Energi Listrik di Surabaya

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 30 Juli 2019 15:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 30 519 2085465 risma-buat-rumah-kompos-olah-sampah-jadi-energi-listrik-di-surabaya-BUYOKQ6edQ.jpg Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Akrab Disapa Risma (foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - Persoalan pengelolaan limbah sampah di Kota Surabaya, Jawa Timur menjadi perhatian serius Wali Kota Tri Rismaharini (Risma). Sebab bila sampah tidak dikelola dengan baik bisa menyebabkan bau tidak sedap, kotor dan menyebabkan banjir.

Menurut dia, penanganan sampah harus dikelola dengan baik. Untuk mengatasi persoalan sampah, salah satu cara yang dilakukan Risma adalah membuat rumah-rumah kompos. Untuk di Surabaya total rumah kompos yang telah dibuat sebanyak 28 unit.

Baca Juga: Bau Menyengat dan Nyamuk Muncul dari Sampah di Kali Bahagia Bekas 

Dia menerangkan, rumah kompos sendiri dibuat salah satu tujuannya untuk memperbaiki struktur tanah supaya dapat menyerap air dengan baik. Menurutnya, rumah kompos juga mampu menghasilkan sumber energi listrik yang dapat digunakan warga sekitar TPA.

“Jadi dengan rumah kompos mampu mengurangi permasalahan penyerapan air, karena dahulunya air di Kota Surabaya ini tidak dapat terserap dengan baik,” kata Risma, Selasa (30/7/2019).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (foto: Okezone) 

Energi listrik yang keluar dari rumah kompos berbeda-beda mulai dari 2 kilo watt sampai 6 kilo watt, itu tergantung dari masing-masing kapasitasnya. Dari listrik tersebut dapat digunakan warga sekitar atau biasa digunakan untuk lampu taman-taman.

Di sisi lain, Risma juga memastikan telah melakukan penghematan untuk biaya operasional. Menurutnya, penghematan biaya operasional tersebut sangat dibutuhkan untuk memangkas pengeluaran. Sebanyak 50 persen terletak pada biaya angkutan (operasional).

“Mengapa sengaja buat dekat dengan perumahan, karena kalau jaraknya pendek maka akan mengurangi biaya angkutan kami, 50 persen itu dapat saya gunakan untuk membantu warga yang membutuhkan,” paparnya.

Kendati demikian, Risma juga memastikan bahwa angkutan pengambilan sampah itu juga terpantau dengan baik. Sehingga tidak ada warga yang komplain terkait keterlambatan pengambilan sampah yang ada di tengah pemukiman warga.

“Saya tahu betul tiap kali penjemputan sampah, semua wilayah dapat terpantau. Dari pukul berapa diambil, nama drivernya, nopol angkutannya semua sudah terekam, sehingga tidak ada satupun yang terlewatkan,” katanya.

Keberhasilan pengelolaan sampah tersebut, terbukti dari grafik yang dipaparkan Wali Kota Risma di tahun 2019. Dengan jumlah penduduk yang kian meningkat, namun justru berbanding terbalik dengan masuknya sampah setiap harinya. Sebanyak 3,3 juta penduduk dengan 1.300 ton sampah setiap harinya.

Baca Juga: Pemprov DKI Minta Masyarakat Kurangi Penggunaan Kantong Plastik Sekali Pakai 

Rumah Kompos di Surabaya (foto: Syaiful Islam/Okezone)

Selain menerapkan pengelolaan sampah secara efektif dan efisien, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga mengajak seluruh warga untuk memilah sampah organik maupun non organik dari tingkat rumah tangga. Agar nantinya sampah yang masuk ke TPA sudah difilter dari rumah warga masing-masing.

Pengelolalan sampah di Surabaya yang baik ini rupanya mendapat kunjungan kerja dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Provinsi DKI Jakarta. Mereka ingin studi banding pengelolaan sampah mulai dari hulu sampai dengan proses akhir yang telah diterapkan Kota Surabaya.

Sebanyak 25 orang jajaran di DPRD Provinsi DKI Jakarta beserta Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan perwakilan dari BUMD PT Jakarta Propertindo diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Ruang Sidang Wali Kota Senin, 29 Juli 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini