nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kecam Pembantaian Warga Palestina, Erdogan: Kami Menentang Siapa pun yang Memihak Israel

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 09:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 31 18 2085766 kecam-pembantaian-warga-palestina-erdogan-kami-menentang-siapa-pun-yang-memihak-israel-D2KfyH1ufv.jpg Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)

ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengutuk Israel dan sekutu-sekutu yang mendukungnya terkait “terorisme yang dilakukan negara di Palestina”. Erdogan bahkan menyatakan bahwa dia “ingin semua tahu bahwa siapa pun yang berada di pihak Israel, kami (Turki) akan menentang mereka”.

"Kami tidak menyetujui bungkamnya reaksi atas teror negara yang dilakukan Israel secara terang-terangan di Palestina," kata Erdogan saat berbicara pada para pejabat senior Partai Keadilan dan Pembangunan (PKK) sebagaimana dikutip Press TV Iran yang dilansir RT, Rabu (31/7/2019).

Erdogan merupakan pengkritik keras Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan pemerintahnya. Sebelumnya, tahun ini dia menyebut Netanyahu sebagai "pencuri yang memimpin Israel" dan "tiran yang membantai anak-anak Palestina berusia 7 tahun”.

Komentar terakhir Erdogan juga tampaknya bisa dianggap menyinggung Amerika Serikat (AS), terutama setelah Washington mendepak Turki dari program jet tempur F-35 setelah Ankara membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia, sebuah langkah yang ditentang AS. Washington merupakan sekutu dekat Israel dan pendukung Negeri Zionis itu dalam berbagai kebijakannya di Palestina.

Berdasarkan laporan PBB yang dilansir pekan lalu, pasukan militer Israel menewaskan 56 anak-anak Palestina dan melukai hampir 2.700 "dalam konteks demonstrasi, bentrokan, dan operasi pencarian dan penangkapan" sepanjang 2018. Jumlah anak-anak Palestina yang terbunuh pada tahun lalu adalah yang tertinggi sejak 2014, ketika Israel melancarkan serangan terakhirnya ke Gaza.

Pekan lalu Dewan Keamanan PBB berusaha mengecam pembongkaran 10 gedung apartemen Palestina di wilayah Wadi Hummus, Israel. Namun rancangan resolusi yang mengutuk penghancuran tersebut karena "merusak kelangsungan solusi dua negara dan prospek untuk keadilan". dan perdamaian abadi,” gagal diloloskan karena veto dari AS.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini