Saat melakukan kunjungan kerja ke TWA Teluk Youtefa yang merupakan ikon wisata alam masyarakat Jayapura, Komisi IV DPR RI mengusulkan penambahan perahu wisata dan bagan terapung yang dilengkapi dengan restoran terapung. "Perahu wisata dan bagan terapung yang dilengkapi restoran terapung yang akan diadakan oleh Balai Besar KSDA Papua ini nantinya dikelola oleh masyarakat Teluk Youtefa. Lebih lanjut, ini juga akan melengkapi fasilitas Jembatan Merah yang telah diresmikan oleh Presiden RI beberapa waktu yang lalu," ujar Fadholi.
Anggota Komisi IV DPR RI, Darori Wonodiningrat yang turut hadir juga memberikan masukan kepada KLHK. “Rentang kendali KLHK sangat luas (13 Eselon I) sehingga diperlukan Wakil Menteri LHK. Selain itu, kami juga mengusulkan agar UPT Direktorat Jenderal KSDAE dapat melakukan penegakan hukum di wilayahnya, tidak harus menunggu dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum yang tidak selalu ada di provinsi atau hanya setingkat Eselon IV,” ujar Darori.
"Hasil kunjungan kerja ini akan dijadikan bahan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI dengan Direktur Jenderal KSDAE, sehingga dapat dilakukan penambahan personil (dengan persetujuan Kemenpan Dan RB), penambahan peralatan, maupun anggaran," tambah Viva Yoga.
Rakor tersebut dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal, Sekretaris Badan, Sekretaris Inspektorat Jenderal, Kepala Biro dan Kepala Pusat lingkup Setjen, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua dan seluruh Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) KLHK di wilayah Papua dan Papua Barat.
Menanggapi masukan dari Komisi IV DPR RI tersebut, Bambang memberikan arahan. “Kepada Sekretaris Ditjen/Irjen/Badan, Kepala Pusat, Kepala Biro dan Kepala UPT KLHK agar menindaklanjuti arahan Anggota Komisi IV DPR RI. Dengan pelaporan yang baik, program dan kebijakan KLHK dapat disampaikan kepada publik dan seluruh pihak demi kesejahteraan rakyat Indonesia,” tutup Bambang.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.