nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Berlakukan Pembekuan Total Seluruh Aset Pemerintah Venezuela di AS

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 06 Agustus 2019 10:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 06 18 2088277 as-berlakukan-pembekuan-total-seluruh-aset-pemerintah-venezuela-ng5hsmQxzw.jpg Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin menjatuhkan pembekuan total terhadap seluruh aset Pemerintah Venezuela di AS. Langkah ini merupakan eskalasi dari sanksi dan langkah diplomatik yang diambil Washington untuk melengserkan Presiden Nicolas Maduro dari kekuasaannya.

Perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Trump kali ini jauh melampaui sanksi yang diberlakukan dalam beberapa bulan terakhir terhadap perusahaan minyak Venezuela yang dikelola negara, PDVSA dan sektor keuangan negara Amerika Latin itu, serta langkah-langkah terhadap puluhan pejabat Venezuela.

BACA JUGA: AS Jatuhkan Sanksi terhadap Putra Presiden Venezuela

"Semua properti dan kepentingan di properti Pemerintah Venezuela yang ada di Amerika Serikat... telah diblokir dan tidak boleh ditransfer, dibayarkan, diekspor, ditarik, atau dibagikan," demikian isi perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Gedung Putih sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (6/8/2019).

Belum ada komentar dari pihak berwenang Venezuela mengenai langkah pembekuan aset tersebut.

AS dan sebagian besar negara-negara Barat telah menyerukan Maduro untuk mundur dan telah mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sah negara itu.

Pada Kamis, Trump mengatakan bahwa dia mempertimbangkan untuk melakukan karantina atau blokade terhadap Venezuela, meskipun tidak mengatakan kapan dan bagaimana blokade tersebut akan dilakukan.

BACA JUGA: Perekonomian Venezuela Runtuh, Warga Kembali ke "Sistem Barter"

Washington telah mengambil langkah-langkah yang lebih drastis setelah berbagai sanksi yang dijatuhkan terhadap Caracas tidak mampu membuat militer Venezuela berbalik menentang Maduro atau pun membuat kemajuan berarti dalam upaya pergantian kekuasaan.

China dan Rusia terus mendukung Maduro, mendorong penasihat keamanan nasional AS John Bolton untuk memperingatkan kedua negara pada hari Senin agar tidak menggandakan dukungan mereka untuknya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini