“Saya tidak rela petani harus dikorbankan apalagi kalau hanya demi ambisi importir yang mementingkan urusannya sendiri. Pengambil kebijakan _mbok_ ya terjun langsung biar tahu kondisi petani di lapangan. Jangan tega mengeluarkan pernyataan yang berpotensi melukai perasaan petani cabai,” ujar Tunov geram.
Pengamat Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Prima Gandhi menambahkan, naiknya harga cabai disebabkan produksi yang terkonsentrasi di salah satu masa panen. Pernah di awal Januari tahun ini stok cabai melimpah dan harga jualnya turun. Sehingga petani merugi. Kalau saat ini naik, Impor jangan dulu dilakukan agar petani merasakan untung walaupun harga cabai perlu diantisipasi lonjakannya sebab harga cabai merupakan salah satu faktor penyumbang inflasi.
Dalam transisi pemerintahan saat ini baiknya jangan sampai ada protes petani seperti membuang cabai di jalan jika impor dilakukan.
"Kita dukung terus usaha Pemerintah diminta memastikan cabai dapat dipanen sepanjang musim sehingga tak ada kelebihan atau kekurangan pasokan. Kementan kan sudah bantu petani melalui modal dan teknologi agar produksi cabai tidak boleh berkumpul di satu musim sehingga harga tidak naik atau turun banyak" jelas Gandhi
Kasubdit Aneka dan Sayuran Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Mardiyah Hayati, di sela-sela memimpin acara rapat koordinasi dengan petugas dan petani cabai di sentra utama wilayah Jawa di Solo, Selasa (6/8), mengaku sangat menyayangkan kalau ada pihak-pihak yang mendramatisir kondisi harga cabai saat ini.