"Kalau ujung-ujungnya impor tentu akan sangat menyakiti petani cabai yang jumlahnya ratusan ribu kepala keluarga dan belum lepas dari beban hutang akibat jatuhnya harga cabai selama lima bulan terakhir," ungkapnya prihatin.
Diakui Mardiyah, saat ini produksi cabai kurang maksimal karena dampak kemarau di beberapa sentra utama terutama di Banyuwangi, Kediri dan Blitar. Kondisi tersebut diperberat dengan fakta bahwa pembentukan harga cabai sampai saat ini tidak ada yang mengawasi.
"Semua masih mengikuti mekanisme pasar yang belum tentu adil buat petani. Penanganan stok ketika panen raya juga belum tertangani sehingga saat panen melimpah, petani harus menanggung harga rendah. Untuk mengangkut cabai dari daerah sentra ke non-sentra masih dihadapkan pada biaya kargo atau distribusi yang makin mahal. Tolong semua pihak bisa lebih bijak menyikapi kondisi saat ini. Hati-hati menyebut kata impor," pungkasnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.