nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 88 Ayam Aduan Thailand Bernilai Miliaran Rupiah

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 23:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 07 608 2089090 tni-al-gagalkan-penyelundupan-88-ayam-aduan-thailand-bernilai-miliaran-rupiah-u1HEsd1IEm.jpg TNI AL gagalkan penyelundupan ayam aduan Thailand (Foto: Wahyudi Aulia Siregar)

MEDAN - Prajurit TNI Angkatan Laut, yang tergabung dalam Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) I-Belawan, menggagalkan penyelundupan sebanyak 88 ekor hewan unggas jenis ayam aduan dari Thailand menuju Indonesia bernilai miliaran rupiah.

Penyelundupan berhasil digagalkan setelah dua unit kapal motor pengangkut ayam aduan itu, ditangkap di perairan Aceh Tamiang, pada Minggu 4 Agustus 2019.

Komandan Lantamal I-Belawan, Laksma TNI Abdul Rasyid, mengatakan jika penangkapan itu berawal dari informasi yang diperoleh Tim F1QR yang menyebutkan akan adanya aksi penyeludupan unggas jenis ayam adu dan burung yang diangkut menggunakan kapal motor dari Thailand.

Baca Juga: Mobil Sport Seharga Rp3 Miliar Akan Dijadikan Monumen di Pos Lintas Batas Entikong

Tim langsung melakukan koordinasi dengan Posal Pangkalan Susu dan KRI Siada-862 yang sedang melaksanakan Operasi di Perairan Aceh untuk melakukan penyekatan di perairan Selat Malaka.

"Selain meringkus 2 awak kapal boat nelayan yang diduga telah melakukan penjemputan di tengah laut/langsir yakni FH dan AA, dari kapal boat tersebut petugas menyita barang bukti (BB) sekitar 76 Kotak yang berisi 88 ayam adu tanpa dokumen," kata Abdul Rasyid dalam konferensi pers di Markas Komando (Mako) Lantamal I Belawan, Rabu 7 Agustus 2019.

TNI AL gagalkan penyelundupan

Setelah ditangkap, lanjut Rasyid, ABK dan Boat beserta barang bukti ayam adu ilegal ditarik di Pos TNI Angkatan Laut Pangkalan Susu kemudian ke Mako Lantamal I Belawan untuk melaksanakan Pemeriksaan serta proses selanjutnya. Selanjutnya, barang bukti dititipkan di Balai Besar Karantina Pertanian Belawan.

“Penyelundupan hewan jenis unggas (ayam adu) dari Thailand merupakan trending baru bagi para penyelundup karena dianggap lebih menjanjikan daripada bawang, setiap ekor ayam adu yang berkualitas paling murah sekitar Rp10.000.000,- sampai dengan Rp15.000.000,- /ekor. Dan apabila sudah jadi, maka harga akan melonjak sampai dengan kisaran Rp150.000.000,- per-ekor.

Baca Juga: Modus Baru Penggelapan Mobil Mewah, "Dibuang" di Tengah Sawah Supaya Dilelang Murah

Adapun modus pemilik ayam tersebut apabila sudah tiba di Gudang Seuruwey, dibuatkan dokumen atau surat-surat seolah-olah sah dari karantina hewan yang telah disiapkan oleh para pemilik yang menampung ayam adu selundupan.

"Atas perbuatan tersebut, tersangka melakukan pelanggaran sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan yaitu dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah)," ujarnya.

TNI AL khususnya Lantamal I-Belawan, kata Rasyid, berada di jajaran Koarmada I berkomitmen untuk memberantas tindak pidana di laut, salah satunya penyelundupan. Komitmen itu ditunjukkan dengan melakukan patroli baik melalui operasi intelijen maupun operasi laut dengan menggunakan KRI ataupun kapal patroli.

Lantamal I akan selalu melakukan pengawasan di wilayah Selat Malaka yang disinyalir sampai saat ini masih banyak digunakan untuk penyelundupan komoditi luar ke Indonesia melewati jalur perairan.

“Daerah perbatasan negara sangat rawan dari berbagai macam penyelundupan, Keberhasilan F1QR Lantamal I dalam menggagalkan penyelundupan merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam hal ini Koarmada I melalui Lantamal I dalam menegakkan hukum di laut,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini