Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gua Ini Tunjukkan Tsunami Sudah Berulang Kali Menerjang Aceh Sejak 1.400 Tahun Lalu

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2019 |14:25 WIB
Gua Ini Tunjukkan Tsunami Sudah Berulang Kali Menerjang Aceh Sejak 1.400 Tahun Lalu
Kepala BNPB Doni Monardo di Gua Ek Luntie, Aceh Besar (Foto BNPB)
A
A
A

JAKARTA – Gua Ek Luntie di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar jadi bukti bahwa tsunami sudah berulang kali menerjang pesisir Aceh. Jejak tsunami purba masih ditemukan di dalam gua yang sudah diteliti para ilmuwan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam kunjungannya ke Aceh, Rabu 7 Agustus kemarin, berkunjung ke gua purba itu bersama romobongan.

“Kegiatan tersebut dilakukan sebagai napak tilas peristiwa-peristiwa tsunami yang pernah terjadi di Aceh dan sekitarnya,” sebut Agus Wibowo, Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam keterangan tertulis, Kamis (8/8/2019).

Kepala BNPB bersama iring-iringan rombongan meninggalkan kota Banda Aceh menuju gua ke arah Meulaboh sekira pukul 06.30 WIB. Setiba di lokasi, Doni langsung memasuki mulut gua horizontal yang berukuran sekitar 5x8 meter dengan penerangan lampu seadanya.

Di dalam gua, mantan Danjen Kopassus itu menemukan beberapa bukti adanya peristiwa tsunami dari berbagai sampel tanah pada kedalaman tertentu yang telah diteliti sebelumnya.

Dari sampel tanah itu didapatkan beberapa lapisan tanah yang dipastikan mengandung endapan pasir dan lumpur yang pernah terbawa masuk ke dalam goa oleh tsunami pada masa lampau.Gua Ek Luntie

Gua Ek Luntie di Aceh Besar (BNPB)

Selain itu, di lokasi yang sama, Doni juga memeriksa kubangan air bawah tanah yang diduga mengandung campuran air tanah dan air laut serta edapan lumpur yang terbawa oleh gelombang tsunami yang pernah terjadi.

Apa yang dilakukan Kepala BNPB tersebut sekaligus untuk mengingat dan belajar dari peninggalan sejarah masa lalu tentang peristiwa alam. Aceh sangat akrab dengan tsunami dan perisitiwa itu selalu berulang. Hal itu terlihat dari bukti penemuan yang ada di Goa Eek Luntie.

"Tsunami pasti kembali, meski hal itu tidak bisa diketahui kapan akan terjadi," ujar Doni.

Doni mengimbau agar warga tidak membangun tempat tinggal di daerah pesisir yang rawan akan tsunami. Dia yakin jika seandainya masyarakat belajar dari masa lalu (Gua Eek Luntie), maka bisa dipastikan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 tidak akan banyak memakan korban hingga ratusan ribu jiwa.

"Saya harap agar warga tidak lagi menempati lokasi yang berada di zona bahaya. Jika pada saat itu Aceh sadar, maka saya yakin peristiwa seperti 2004 tidak akan banyak jatuh korban," tambah Doni.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement