nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendikbud Sebut Guru sebagai Ujung Tombak Pendidikan Setiap Zona

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 13:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 09 1 2089766 mendikbud-sebut-guru-sebagai-ujung-tombak-pendidikan-setiap-zona-coGGGuPLny.jpg Foto: dok Kemendikbud

JAKARTA – Predikat pahlawan tanda jasa memang layak disematkan pada semua guru di Indonesia. Karena dedikasinya seluruh anak bangsa dapat mengembangkan kreativitas dan ilmu pengetahuannya.

Oleh karena itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau para calon guru inti untuk turut serta bekerja keras membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Hal itu diutarakannya saat membuka pembekalan calon guru inti program peningkatan kompetensi pembelajaran berbasis zonasi, di Surabaya, Jawa Timur, yang berlangsung pada 26 Juli sampai 2 Agustus 2019.

Lanjut Menteri Muhadjir, dilakukan dengan cara proaktif melaksanakan tugas di masing-masing zona layanan pendidikan tempat guru inti bertugas. Guru adalah ujung tombak untuk membenahi layanan pendidikan di masing-masing zona Oleh karena itu, definisi keberhasilan guru haruslah diubah, yaitu dapat mendidik dan mengantarkan seluruh siswa menjadi berprestasi, tanpa diskriminasi.

“Guru yang hebat itu bisa mengantar semuanya menjadi pintar, dan sekolah favorit itu bisa mengantar seluruh siswa menjadi pintar,” ujarnya.

Menteri Muhadjir berharap para guru dapat lebih meningkatkan kontribusinya untuk mendukung pembangunan SDM Indonesia guna menyongsong bonus demografi. “Pembangunan SDM menjadi fokus perhatian dari Pemerintah, para guru supaya bekerja keras, tidak bisa lagi bermain-main dengan tunjangan profesi, terima tunjangan tapi tetap malas,” ujarnya.

Mantan Rektor UMM ini menegaskan, perubahan skema pelatihan bertujuan untuk efektivitas dan efisiensi dalam menyelesaikan masalah layanan pendidikan di tiap daerah. “Tidak boleh lagi ada pelatihan di pusat, berbulan-bulan tapi tidak ada hasilnya. Dari pusat akan turun, super klinis, menyelesaikan masalah apa dan diselesaikan disitu,” ujar Muhadjir.

Pelatihan, lanjutnya, akan memfokuskan pada permasalahan layanan pendidikan, dan menggunakan Ujian Nasional sebagai identifikasi sumber permasalahan. “Sumbernya Ujian Nasional karena itu capaian riil dari anaknya (siswa), tidak ada lagi sontek, itu hasil kerja anak kita,” tegas Menteri Muhadjir.

Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Maksimalkan Peran Guru

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Supriano mengatakan mengenai adanya perubahan skema pelatihan kompetensi guru. Pelatihan sebelumnya, dilatih di pusat.

“Pada 2019 dikaitkan dengan penguatan kompetensi pembelajaran, menjadi pelatihan berbasis zonasi dengan melatih para guru inti menjadi fasilitator yang baik, mencakup dari sekolah dasar hingga sekolah menengah,” ujar Supriano.

Ditambahkan Supriano, Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) akan memaksimalkan peran guru inti, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di kelompok kerja di zonanya masing-masing. Peningkatan kompetensi ini berbiaya murah karena berbasis zonasi. Guru tidak perlu meninggalkan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di kelas, melaksanakan peer teaching pada kegiatan kelompok kerja, serta peer learning sesama guru dalam zonasinya.

=Implementasi program PKP akan berpusat pada kegiatan di zonasi, di mana guru akan melakukan peningkatan kompetensi di zonanya masing-masing, guru tidak lagi dikumpulkan di kabupaten/kota dalam waktu tertentu dan meninggalkan kelas.

Supriano berharap para guru inti yang telah dilatih dapat menjadi pelaku perubahan layanan pendidikan di zona masing-masing pada Tahun Ajaran 2019/2020. “Diharapkan guru inti mulai Tahun Ajaran 2019/2020 ini bisa menjadi pelaku peran perubahan di tingkat zonasi,” ujarnya.

Peserta kegiatan Pembekalan Calon Guru Inti Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi yang diselenggarakan di Surabaya berasal dari 43 kota/kabupaten dari 17 Provinsi di Indonesia, meliputi Aceh, Banten, D.I. Yogyakarta, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Program ini bertujuan untuk memaksimalkan peran guru inti, kepala sekolah, dan pengawas sekolah pada kelompok kerja di zonasinya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini