nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jual Merkuri dan Sianida secara Ilegal di Internet, Warga Surabaya Ditangkap

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 16:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 13 519 2091395 jual-merkuri-dan-sianida-secara-ilegal-di-internet-warga-surabaya-ditangkap-nDd2eKLPk1.jpg (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar peredaran air raksa/merkuri dan sianida secara ilegal lewat internet. Dalam kasus tersebut, polisi menangkap AW (41), warga Surabaya, Jatim.

Di samping AW, polisi juga meringkus AB (49) warga Waralohi, AH alias AMH (35) warga Sidoarjo, AS (50) warga Hulu Sungai Selatan dan MR (35) warga asal Banjarmasin. Kini kelima tersangka dijebloskan dalam tahanan Mapolda Jatim.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep menjelaskan, AW menjual merkuri dan sianida secara ilegal melalui sebuah website di internet. Tersangka AW mendapat merkuri dengan membeli pada tersangka AB.

"Di mana oleh tersangka AB langsung didatangkan dari Pulau Seram dalam bentuk batu cinnabar hasil penambangan tanpa izin. Dalam pengolahan dari batu cinnabar menjadi merkuri, tersangka AB bekerja sama dengan AH yang menyediakan dua tempat di wilayah Sidoarjo," terang Yusep, Selasa (13/8/2019).

Yusep menjelaskan, terungkapnya kasus ini setelah petugas melakukan penyelidikan pada sebuah rumah yang ada di Sidoarjo pada 6 Juli 2019. Hasilnya ditemukan kegiatan pengemasan air raksa atau merkuri tanpa izin, yang siap diperdagangkan oleh AW.

Foto: Syaiful I/Okezone

Setelah dikembangkan, AW mendapat merkuri dari AB. Kemudian polisi menangkap AB saat berada di sebuah hotel di surabaya pada 7 Juli 2019. Selanjutnya polisi mengkap AH alias AMH yang berperan melakukan pengolahan.

"AB tidak hanya menjual merkuri pada AW, tapi juga menjual pada tersangka AS dan MR yang berasal dari Kalimantan Selatan. Tersangka akan dijerat dengan UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Pasal 161 dan 160, yang ancaman hukumannya paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar," ujar Yusep.

Yusep menambahkan, dalam kasus ini pihaknya menyita sejumlah barang bukti seperti 104 botol isi mercuri berlebel gold dengan berat 1 kg. Setiap botol dipatok dengan harga Rp1,5 juta. Polisi juga menyita 1 tong sianida dengan berat kurang lebih 45 kg, 4 karung nikel dengan berat kurang lebih 57 kg, serta sejumlah peralatan untuk mengolah batu cinnabar menjadi merkuri.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini