nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gajah Ceking Berusia 70 Tahun Dipaksa Berparade Ikut Festival di Sri Lanka

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 20:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 15 18 2092373 gajah-ceking-berusia-70-tahun-dipaksa-berparade-ikut-festival-di-sri-lanka-XB0jZVJgJV.jpg Takiri, gajah berusia 70 tahun dipaksa ikut festival meski ceking dan lemah. Foto/Facebook Save Elephant Foundation

KOLOMBO - Seekor gajah berusia 70 tahun terlihat sangat ceking karena kurang makan dipaksa berparade di Sri Lanka.

Gambar yang viral di internet itu memperlihatkan Tikiiri, gajah tersebut dengan tulang rusak yang menonjol di bagian kanan dan kiri.

Dia akan dipaksa bersama gajah lainnyan untuk mengikuti Festival Perahera meskipun tubuhnya lemah.

Festival Budha yang berlangsung sepuluh hari ini menampilkan binatang-binatang yang diberi kostum serta tampil bersama penari, pemain sulap, pemadam kebakaran dan musisi.

Foto/Facebook Save Elephant Foundation

Foto-foto mengerikan Tikiiri dibagikan oleh yayasan Save Elephant Foundation untuk menandai Hari Gajah Sedunia pada Senin (12/8).

"Tikiri bergabung dalam pawai awal setiap malam hingga larut malam selama sepuluh malam berturut-turut, di tengah-tengah kebisingan, kembang api, dan asap,” tulis yayasan mengutip Facebooknya, Kamis (15/8/2019).

"Dia berjalan beberapa kilometer setiap malam sehingga orang-orang akan merasa diberkati selama upacara."

Kostumnya menutup tubuhnya yang lemah dan kurus tubuhnya.

"Tidak ada yang melihat tubuh kurusnya atau kondisinya yang melemah, karena kostumnya," tulis yayasan itu.

"Tidak ada yang melihat air mata di matanya, terluka oleh cahaya terang yang menghiasi topengnya, tidak ada yang melihat kesulitannya untuk melangkah ketika kakinya dibelenggu saat dia berjalan.

Foto/Facebook Save Elephant Foundation

Yayasan mengecam pihak yang memperkejakan Tikiiri. "Bagaimana kita bisa menyebut ini [festival] suatu berkah, atau sesuatu yang suci, jika kita membuat hidup mahluk lain menderita?"

Organisasi itu mengatakan Tikiiri bekerja untuk Kuil gigi di kota Kandy dan mendesak pengikutnya di Facebook untuk menulis surat kepada Perdana Menteri Sri Lanka agara mengakhiri kekejaman atas gajah.

"Mencintai, tidak menyakiti, mengikuti jalan kebaikan dan kasih sayang, ini adalah Jalan Buddha. Inilah saatnya untuk mengikuti."

Organisasi nirlaba, Save Elephant Foundation, berfokus pada penyediaan perawatan untuk populasi gajah tawanan Thailand.

Perusahaan ini didirikan oleh Sangdeaun Lek Chailert, yang mulai mengadvokasi kesejahteraan gajah di Asia karena kecintaannya pada simbol nasional negara tersebut dan kekhawatiran tentang spesies yang terancam punah.

"Ini adalah misi kami untuk menyelamatkan gajah Asia dari kepunahan dan memberikan kehidupan yang layak bagi gajah jinak dengan melestarikan habitat dan meningkatkan kesadaran masyarakat," kata Save Elephant Foundation.

Yayasan ini mengelola Taman Alam Gajah—tempat perlindungan gajah di Chiang Mai, Thailand.

World Animal Protection memperkirakan 3.000 gajah digunakan untuk hiburan di seluruh Asia, dengan 77 persen diperlakukan secara tidak manusiawi.

Seorang juru bicara Kuil Gigi mengatakan kepada mereka “selalu peduli terhadap tentang binatang“ selama festival.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini