DEPOK - Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad mengaku munculnya kritikan dan sindiran yang datang kepada dirinya melalui spanduk, kental berbau unsur politik. hal itu terjadi karena suasana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Depok belakangan ini sudah mulai terasa, sehingga tensi perpolitikan mulai meningkat secara perlahan.
Ada pun soal sindiran atau satire melalui spanduk yang mengkritik kebijakan pemutaran lagu di lampu merah oleh Pemkot Depok, Idris merasa ada lawan politik yang tengah berusaha menggoyang kursi jabatannya saat ini.
Baca Juga: Satire untuk Wali Kota Depok: Ayo Pasang Bendera Merah Putih, Bukan Lagu di Lampu Merah
"Maklum ya suasana politik yang sudah menghangat jelang Pilkada, tapi saya harapkan teman-teman semuanya kita berpolitik secara santun tanpa kita memojokkan orang lain, silahkan kita bersaing, bersaing dengan cara sehat,” kata Idris di Balai Kota, Rabu 14 Agustus 2019 malam.
Menurut dia, spanduk sindiran dengan gambar dirinya itu merupakan serangan hoaks oleh orang yang tidak bertanggungjawab, untuk itu Idris ingin pertarungan Pilkada nanti haruslah sportif dan santun dalam berpolitik.
"Itukan semacam hoaks itu, bahwa ada gambar saya ada berita seperti itu, alangkah indahnya jika kompetisi dapat dilakukan secara sportif supaya kesantunan dalam berpolitik harus kita kedepankan," ujarnya.