nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korea Utara Tolak Lanjutkan Pembicaraan Damai dengan Korea Selatan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 09:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 16 18 2092595 korea-utara-tolak-lanjutkan-pembicaraan-damai-dengan-korea-selatan-XWBd3aFjTI.jpg Perbatasan Korsel-Korut. (Foto: Reuters)

SEOUL – Korea Utara telah menolak pembicaraan lebih lanjut dengan Korea Selatan, mengatakan bahwa langkah itu “sepenuhnya kesalahan dari tindakan Korea Selatan”. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons dari pidato Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in pada Kamis.

Berpidato pada peringatan pembebasan Korea dari pendudukan Jepang, Moon bersumpah untuk menyatukan semenanjung Korea pada 2045. Dia mengatakan bahwa tujuan mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea berada pada "titik paling kritis", karena pembicaraan antara Utara dan Selatan tampaknya menemui jalan buntu.

BACA JUGA: Presiden Korsel Janji Kejar Upaya Reunifikasi Korea pada 2045

Dalam pernyataannya, Korea Utara mempertanyakan makna dialog ketika "bahkan pada saat ini, Korea Selatan melanjutkan latihan militer bersama (dengan AS) sementara untuk berbicara tentang ekonomi damai atau rezim damai, Korea Utara tidak memiliki hak untuk melakukannya".

"Kami bahkan mempertanyakan apakah proses pemikirannya masuk akal ketika ia menyebutkan 'pembicaraan' antara Utara dan Selatan sambil memainkan skenario perang yang berencana menghancurkan sebagian besar pasukan kami dalam 90 hari,” demikian disampaikan dalam pernyataan tersebut sebagaimana dilansir BBC, Jumat (16/8/2019).

"Dia benar-benar orang yang tak tahu malu."

BACA JUGA: Kim Jong-un: Peluncuran Rudal Korut Peringatan bagi Korsel-AS yang Ingin Latihan Militer Bersama

Sementara itu, militer Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara kembali menembakkan dua rudal ke laut di pantai timurnya. Peluncuran itu merupakan yang keenam dalam waktu kurang dari satu bulan.

Rangkaian peluncuran rudal itu dilakukan sebagai respons atas rencana latihan militer gabungan AS dan Korea Utara. Uji coba itu dimulai hanya berselang beberapa pekan setelah setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sepakat untuk memulai kembali perundingan denuklirisasi dalam pertemuan mereka di zona demiliterisasi pada Juni.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini