nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Spiderman" Prancis Panjat dan Gelar Spanduk Perdamaian di Gedung Pencakar Langit Hong Kong

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 15:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 16 18 2092778 spiderman-prancis-panjat-dan-gelar-spanduk-perdamaian-di-gedung-pencakar-langit-hong-kong-8y2Gnafixl.jpg Foto: AFP.

HONG KONG - Seorang pemanjat asal Prancis yang dijuluki sebagai “Spiderman” telah memanjat gedung pencakar langit di Hong Kong dan memasang spanduk yang mendorong perdamaian di kota yang tengah diguncang oleh krisis politik itu.

Alain Robert, Sang manusia laba-laba, membentangkan spanduk yang menunjukkan gambar jabat tangan, bendera Hong Kong dan China pada Jumat pagi.

BACA JUGA: Hong Kong Menghadapi Krisis Terbesar Sejak Diserahkan Inggris pada 1997

Pria berusia 57 tahun itu mengatakan pesannya yang dibentangkan di gedung bertingkat 68, Cheung Kong Center adalah "permohonan mendesak untuk perdamaian dan konsultasi antara rakyat Hong Kong dan pemerintah mereka".

"Mungkin yang saya lakukan dapat menurunkan suhu dan mungkin membuat orang tersenyum. Itulah harapan saya," kata Robert dalam pernyataan media yang dilansir BBC, Jumat (16/8/2019).

Aksinya itu mendapat reaksi beragam dari warganet, pro dan kontra, terutama terkait hubungan antara Beijing dengan Hong Kong.

Foto: AFP.

Cheung Kong Center yang dipanjat Robert adalah gedung milik oleh miliarder Li Ka Shing, salah satu orang terkaya di Asia. Seperti dalam banyak aksi sebelumnya, Roberts tidak menggunakan tali atau kekang pengaman dalam pendakiannya.

Robert biasanya melakukan aksi tanpa pemberitahuan atau izin sebelumnya. Dia juga telah memanjat bangunan di Hong Kong pada beberapa kesempatan sebelumnya, termasuk Cheung Kong Center.

BACA JUGA: Kendaraan Militer China Konvoi Menuju Kota Dekat Hong Kong

Prestasi pendakian masa lalunya termasuk memanjat menara Burj Khalifa di Dubai, bangunan tertinggi di dunia, serta Menara Petronas di Kuala Lumpur, gedung Taipei 101 di Taiwan, dan gedung Heron di London.

Demonstrasi di Hong Kong yang telah berlangsung sejak April telah berkembang dari tuntutan untuk membatalkan RUU ekstradisi yang kontroversial menjadi tuntutan hak demokrasi penuh untuk warga Hong Kong dan penyelidikan independen terhadap tanggapan polisi terhadap protes.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini