nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PBB dan Bangladesh Mulai Survei Pemulangan Pengungsi Rohingya

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 17:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 20 18 2094383 pbb-dan-bangladesh-mulai-survei-pemulangan-pengungsi-rohingya-BpDv7yPAl6.jpg Etnis Rohingya mengungsi dari Myanmar. Foto/Reuters

DHAKA - Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) dan otoritas Bangladesh mulai melakukan survei untuk memulangkan sedikitnya 3.000 pengungsi Rohingya.

Lebih dari 730.000 warga Rohingya lari dari Rakhine ke negara tetangga, Bangladesh, setelah tindakan keras yang dipimpin militer Myanmar dilancarkan pada Agustus 2017. Banyak pengungsi menolak untuk kembali karena takut kekerasan akan terjadi lagi.

Myanmar telah mengizinkan 3.450 orang untuk kembali, dari daftar lebih dari 22.000 yang disodorkan oleh Bangladesh,.

"Survei dimulai hari ini," kata Louise Donovan, juru bicara UNHCR di distrik Cox's Bazar di Bangladesh, mengutip Reuters, Selasa (20/8/2019).

"Pemerintah Bangladesh dan UNHCR bersama-sama akan meminta para pengungsi ini untuk membahas opsi pemulangan."

Foto/Reuters

Baca juga: Pembunuhan Rohingya, 7 Tentara Myanmar yang Divonis 10 Tahun Penjara Dibebaskan

Baca juga: Jokowi Dorong ASEAN Terlibat dalam Penyelesaian Konflik Rohingya

Badan tersebut akan mengadakan wawancara rahasia kedua dengan orang-orang yang menyatakan ingin kembali. Wawancara dilakukan guna membahas niat mereka serta memastikan keputusan itu dilakukan secara sukarela.

"Mereka akan diminta untuk mengisi formulir pemulangan sukarela," tambah Donovan.

Seorang wakil dari upaya bantuan pengungsi Bangladesh juga akan menghadiri wawancara.

"Badan pengungsi PBB telah mulai mewawancarai orang orang Rohingya yang ada di dalam daftar," ujar Mohammad Abul Kalam, komisaris bantuan dan repatriasi pengungsi negara itu.

"Pusat transit, fasilitas transportasi. Semua sudah siap untuk memulai pemulangan pada hari Kamis," tambahnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini