nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Napi Kabur saat Sorong Ricuh, Pengelolaan Keamaan Lapas Dipertanyakan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 20:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 21 340 2094980 napi-kabur-saat-sorong-ricuh-pengelolaan-keamaan-lapas-dipertanyakan-ESGnqNDMpz.jpg ilustrasi

JAKARTA - Beberapa narapidana (Napi) di Lapas Sorong, Papua Barat melarikan diri saat terjadinya demonstrasi berujung kericuhan di wilayah tersebut. Hal itu menimbulkan pertanyaan soal kinerja dari Dirjen Pas Kemenkumham dalam mengelola keamanan di Lapas.

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah menilai dengan adanya kejadian itu Menteri Hukum dan HAM, Yassona Laoly harusnya menegur dan memanggil Dirjen PAS. Karena menurutnya, masalah di dalam lapas dan rutan bukan yang pertama kali dan sesuatu yang berulang-ulang.

"Meski begitu tidak ada langkah apapun. Dan ini sudah terjadi untrust atau ketidakpercayaan di dalam pengelolaan di dalam lapas itu sendiri dan kepemimpinan sudah tidak ada lagi kepercayaan," kata Trubus saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Apalagi, ketika kejadian itu terjadi, Sri Puguh Utami justru pergi ke Australia. Menurut Trubus, seharusnya kepergiannya dalam kunjungan kerja di Negeri Kanguru itu dibatalkan.

"Harusnya kepergiannya ke Australia bisa pulang secepatnya atau dibatalkan kepergiannya itu. Karena ini kan menyangkut tugasnya," ujar dia.

Ilustrasi kerusuhan di Papua

Dikatakan Trubus, dengan langkah yang diambil Dirjen PAS, menunjukan bahwa dia tidak merasa sebagai bagian dari pembenahan sistem itu sendiri. Padahal, atas kerusuhan yang terjadi di Sorong, Papua, membuat beberapa narapidana melarikan diri.

"Dari hal itu, berarti memang di lingkungan itu sendiri telah terjadi situasi yang kurang kondusif," ujar dia.

Baca Juga: BIN Kantongi Aktor Intelektual Kerusuhan Papua

Di sisi lain, Trubus berpandangan harus ada pergantian secepatnya untuk menyelesaikan masalah yang ada. Menurutnya, sebagai pejabat yang berwenang, seharusnya berani mundur dari jabatannya karena selama ini dinilai gagal dalam melakukan revitalisasi lapas.

"Apalagi sebelumnya Dirjen PAS pernah berucap siap mundur bila gagal merevitalisasi lapas," tutur dia.

Untuk penggantian, kata Trubus, sosok Dirjen PAS itu diambil dari orang profesional, atau dari unsur kepolisian. Pimpinan yang memiliki integritas dan akuntabilitas, serta bisa mempertanggungjawabkan, dirasa bisa menangani persoalan yang ada.

"Karena ini kan persolan lapas dari menteri ke menteri masih menjadi masalah dan belum ada jalan keluarnya," terang Trubus.

Trubus menambahkan, nama Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari dinilai cocok. Terlebih beliau punya kapasitas untuk menangani hal itu, integritasnya juga baik dan publik sudah mengenal sosoknya.

"Saya rasa tinggal dipercayakan saja, tinggal dibuktikan saja. Apalagi jaringan dan komitmen yang baik dalam menjalankan tugas ada di Pak Arman," tutup dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini