Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bekasi Gabung Jakarta: Sekadar Wacana hingga Potensi Anggaran Sangat Besar

Wijayakusuma , Jurnalis-Sabtu, 24 Agustus 2019 |08:01 WIB
Bekasi Gabung Jakarta: Sekadar Wacana hingga Potensi Anggaran Sangat Besar
Beredar wacana Kota Bekasi akan bergabung dengan DKI Jakarta. (Foto: Wikipedia.org)
A
A
A

BEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi, Tumai, mengatakan wacana penggabungan Kota Bekasi dengan DKI Jakarta sejatinya akan menguntungkan kedua pihak jika terealisasi. Hal ini disebabkan adanya saling ketergantungan antara Kota Bekasi dan Jakarta dalam upaya menyelesaikan berbagai masalah.

Menurut dia, baik bagi sesama pemerintah daerah untuk saling membantu demi mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang utuh serta memberikan kesejahteraan pembangunan. Oleh karena itu, ia merasa Jakarta dengan sekelumit permasalahannya sangat membutuhkan wilayah yang sejajar untuk upaya penyelesaian.

"Untuk mewujudkan satu perencanaan penataan wilayah DKI, khususnya uraian mengatasi banjir, macet, kebersihan, kemudian penataan untuk hunian, permukiman, dan seterusnya. DKI tidak akan bisa berdiri sendiri untuk menyelesaikan itu," kata Tumai ketika berbincang dengan Okezone, Jumat 23 Agustus 2019.

Baca juga: Bekasi dan Depok Dinilai Punya Kesamaan Budaya Jika Gabung ke Jakarta 

Kantor Wali Kota Bekasi. (Foto: Okezone)

Poin yang Menjadi Acuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Tumai menjelaskan beberapa poin yang harus menjadi acuan Pemprov DKI, berkaitan dengan Kota Bekasi, sebagai bagian dari upaya penyelesaian masalah utama Ibu Kota yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Sebut saja kemacetan, dan terdapat sejumlah warga Bekasi yang beraktivitas di Jakarta. Kemudian Kota Bekasi juga menjadi gerbang utama lalu lintas menuju DKI.

"Juga uraian untuk banjir. Seperti kita ketahui, Bendung Katulampa yang seringkali airnya terbagi ke tiga cabang: Kali Cisadane, Ciliwung, dan Kali Bekasi. Ini juga salah satu upaya kenapa saya katakan DKI sangat butuh Kota Bekasi," papar Tumai.

Ia melanjutkan, begitu pula dalam bidang tata kota yang memerlukan konsep secara menyeluruh untuk mengurai setiap permasalahan. Hal ini berkaitan dengan rencana pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan.

"Paling tidak dengan kebijakan itu sesungguhnya termasuk satu gagasan untuk dua alternatif. Alternatif bagaimana bisa melakukan satu penataan ibu kota Jakarta saat ini. Satu konsep yang terpadu entah mau disebut DKI Raya atau Megapolitan. Intinya, harus ada satu konsep yang menyeluruh dalam tata ruang kota," tegasnya.

Kota Bekasi. (Foto: Ist)

Baca juga: Untung Rugi jika Bekasi Masuk Provinsi DKI Jakarta 

Tumai mengatakan pendapatnya tersebut dilihat dari sudut pandang objektif seorang warga negara, bukan memihak berdasarkan salah satu kepentingan.

"Bagaimana kondisi yang saat ini dialami DKI Jakarta sebagai ibu kota negara, sehingga salah satu solusi, ya memang suka tidak suka DKI harus menggandeng Kota Bekasi. Yang kemudian disebut bergabung atau apa, itu kan perlu merumuskan penataan tata ruang kota yang terpadu. Jadi konsep tata ruang kebersamaan," jelasnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement