Sementara itu Eka Darnida Yanto, Kepala Karantina Pertanian Padang menyebutkan selain produk turunan sawit, pada hari yang sama juga diekspor produk pertanian lain asal Sumbar. Total ekonominya mencapai Rp212,8 miliar, yang mana terdiri dari lempeng karet sebanyak 604,8 ton, biji kopi 18 ton, kayu manis 95 ton, dan produk turunan kelapa yang terdiri dari santan 83,8 ton, kelapa parut 25 ton, serta air kelapa sebanyak 71,2 ton. Adapun negara tujuan ekspor tersebut antara lain Belanda, Spanyol, Norwegia, Tiongkok, Bangladesh dan Jerman.
Eka juga menjabarkan eksportasi cangkang sawit dari data sistem otomasi perkarantinaan di wilayah kerjanya tercatat adanya peningkatan 28%. Total ekspor pada 2018 sebanyak 404,8 ribu ton sementara hingga minggu ke-2 Agustus 2019 ekspor cangkang sawit telah telah mencapai 344,4 ribu ton.
Di samping itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, Chandra dalam sambutannya mengapresiasi tumbuhnya industri turunan asal sawit berupa cangkang. Ia berharap Kementan dapat memberikan tambahan bantuan mulai dari benih unggul, budidaya hingga upaya peningkatan kemampuan SDM. (ADV)
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.