Kantor berita resmi Korea Utara (KCNA) menjelaskan bahwa rudal yang ditembakkan adalah senjata "peluncur roket ganda super besar".
Trump yang menghadiri pertemuan para pemimpin negara G7 di Prancis mengecam peluncuran rudal Korut yang terakhir.
"Saya tidak senang tentang itu, tetapi sekali lagi dia tidak melanggar perjanjian," kata Trump.
"Saya membahas (rudal) balistik jarak jauh dan dia tidak bisa melakukannya, dan dia belum melakukannya. Dia menguji rudal jarak pendek, banyak orang menguji rudal itu, bukan hanya dia," tambahnya.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.