nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Agen Rusia yang Menyamar Menjadi Warga Kanada Selama 20 Tahun

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 27 Agustus 2019 07:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 26 18 2096750 kisah-agen-rusia-yang-menyamar-menjadi-warga-kanada-selama-20-tahun-1JsxvlY4k4.jpg Elena Vavilova. (Foto/Wikipedia Commons)

HAMPIR tidak ada yang tahu identitas aslinya, bahkan anak-anaknya sendiri. Dia seorang agen rahasia Rusia yang dikirim ke Kanada dan Amerika Serikat (AS) bersama suaminya Andrei Bezrukov, yang menggunakan nama Donald Heathfield.

"Seorang mata-mata harus menjadi seorang aktor, tetapi seorang aktor yang tidak dikenal masyarakat atau membutuhkan panggung, dan tidak memerlukan izin dari orang lain," kata Elena Vavilova saat berbincang dengan jurnalis The Guardian di sebuah kafe di Moskow, Rusia.

Vavilova menyamar dengan nama Tracy Foley, identitas yang dicuri oleh biro agen Rusia (KGB), dan digunakan selama 20 tahun.

Vavilova dan Bezrukov ditangkap di rumah mereka di Boston, AS pada tahun 2010. Keduanya merupakan bagian 10 mata-mata Rusia yang ditahan oleh agen federal AS (FBI), sebagian besar dari mereka tinggal secara ilegal di AS atau Kanada. Mereka kemudian dideportasi ke Rusia dalam program pertukaran mata-mata.

Foto/ABC News

Vavilova menulis kisah fiksi karier mata-matanya ke dalam sebauah buku “The Woman Who Can Keep Secrets”.

Buku itu memberikan wawasan langka tentang program ilegal, yang didirikan oleh Uni Soviet tetapi dilanjutkan di Rusia modern.

Karakter utama dalam buku itu seperti Vavilova dan Bezrukov. Keduanya diceritakan bertemu di Universitas Tomsk di Siberia pada 1980-an, direkrut oleh KGB ke dalam program rahasia dan menghabiskan bertahun-tahun dalam pelatihan sebelum dikirim ke Kanada dan AS.

Foto/Wikipedia Commons

Pelatihan ini mencakup pelajaran bahasa berjam-jam untuk meniru aksen AS dan Kanada, menghindari pengawasan, pengkodean, dan perdagangan spionase, dan tinggal di rumah pedesaan di luar Moskow untuk beradaptasi tinggal di rumah warga AS, serta membantu para pemuda Siberia yang belum pernah bepergian sebelum belajar tentang kehidupan AS dan Kanada.

Dalam kehidupan nyata, Bezrukov dan Vavilova menikah di Uni Soviet sebelum berangkat. Keduanya lalu pergi ke Kanada secara terpisah pada akhir 1980-an, bertemu kembali di Kanada, dan menikah untuk kedua kalinya dengan identitas baru.

Keduanya tidak pernah berbicara dengan bahasa Rusia. Vavilova berbicara bahasa Inggris dengan sempurna, tapi aksen Slavianya masih cukup terdengar. Oleh karena itu, selama hidupnya di Kanada, dia mengaku keturunan Perancis Kanada, untuk menjelaskan gayanya bicara.

Sebelum penangkapan, pasangan itu tinggal di Boston, AS. Vavilova bekerja sebagai agen perumahan, sambil mengirim pesan kode secara reguler ke pusat pengendali di Moskow.

Putra Vavilova dan Bezrukov, Alex dan Tim, masing-masing berusia 16 dan 20 ketika FBI melakukan penangkapan pada tahun 2010. Keduanya percaya bahwa orang tua mereka adalah warga Kanada asli.

Kisah Vavilova dibuatkan dalam bentuk serial TV yang diputar di AS, The Americans”. Serial ini bercerita mengenai kisah agen Uni Soviet di Amerika Serikat.

Namun Vavilova mengatakan bahwa cerita dalam serial televisi tersebut hanya sedikit yang mirip dengan kehidupannya.

"Setelah menonton serial The Americans, menurut saya, 'bukan seperti itu kenyataannya,” kata Vavilova.

Foto/Wikipedia Commons

Serial yang diprosuderi mantan agen CIA itu menceritakan drama psikologis yang dihadapi oleh agen asing di AS. Namun Vaviloa menegaskan bahwa insiden pembunuhan dalam serial tersebut tidak ada saat dirinya berkarir menjadi agen Rusia.

Vavilova dan Bezrukov tidak menggunakan kekerasan dan tidak melakukan “penyamaran”. Keduanya hanya menciptakan karakter secara total agar dapat dipercaya oleh orang lain saat menjalani kehidupan normal.

"Jika Anda berpikir itu seperti James Bond (film aksi agen Inggris), maka pekerjaan Anda selesai, hidup Anda singkat. Orang-orang berpikir kehidupan agen selalu penuh aksi dan berbahaya, sebenarnya rutinitas setiap harinya sangat membosankan," ujar Vavilova.

Foto/Wikipedia Commons

Dia mengakui penggunaan senjata dan karate diajarkan saat pelatihan menjadi agen, tapi dia tidak pernah menggunakannya saat di lapangan. "Yang paling penting adalah percaya diri,” katanya

FBI menemukan kelompok Agen Rusia itu usai berhasil merekrut Alexander Poteyev, mantan Wakil Kepala Direktorat "S" dari Badan Intelijen Rusia.

Pada sekitar tahun 1999, ia mulai bekerja secara diam-diam dengan CIA, membantu mengungkap jaringan mata-mata Rusia yang beroperasi di Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Program Ilegal. Saat ini ia tinggal dalam persembunyian di AS.

Vavilova menegaskan dia mengenal dekat Poteyev tetapi dia tidak yakin apakah keputusannya untuk bekerja dengan AS atas motif uang atau ideologi.

Setelah pertukaran mata-mata pada 2010, informasi mengenai pertukaran dunia intelijen menjadi sangat umum, namun Vavilova mengklaim program pertukaran itu tidak ada. "Tentu saja saya tidak bisa membicarakannya, tetapi saya tahu apa yang kami lakukan, dan tidak masalah apa yang orang lain katakan," katanya.

Sekembalinya ke Rusia, para agen yang terlibat dalam program pertukaran bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.

Bezrukov sekarang mengajar di universitas Moskow dan menjadi penasihat di perusahaan minyak Rusia. Begitu juga dengan Vavilova, dia menjadi konsultan di sebuah perusahaan. Dia menolak menceritakan lebih rinci terkait pekerjaannya sekarang, dan tidak ingin membahas politik Rusia saat ini.

Vavilova mengakui jika dirinya mengalami kesulitan saat tiba di Rusia. Dia meninggalkan Uni Soviet pada 1980-an saat dipimpin Mikhail Gorbachev, dan kembali ke Rusia dalam masa pemerintahan Putin. Setelah 20 tahun, banyak yang berubah di Moskow.

"Saya tidak tahu apa-apa tentang budaya kontemporer. Kami mengetahui soal Rusia karena menonton CNN (stasiun TV di AS). Sangat aneh kami tidak tahu sejarah bangsa sendiri," ujarnya.

Dalam banyak hal, Vavilova menegaskan bahwa dirinya adalah patriot Uni Soviet. "Saya tumbuh pada masa Soviet, jadi itu adalah hidup saya, apa yang saya tahu, apa yang saya yakini dan masyarakat mendapat keadilan, ini tidak berubah," katanya, menambahkan “Mungkin itu tidak sempurna, tapi tidak ada masyarakat yang sempurna."

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini