Warta menambahkan, bahwa kondisi seperti ini merupakan yang terparah sejak dibukanya lokasi wisata tersebut pada 2014 lalu. Alhasil, jumlah pengunjung yang datang ke curug menurun drastis.
"Bahkan beberapa hari gak ada (pengunjung) yang dateng, sekalinya datang cuma 2 atau 3 orang. Pas liat curug kering balik lagi kecewa," tambahnya.
Selain itu, keringnya aliran curug tersebut juga berdampak kepada warung-warung makanan milik warga sekitar yang memilih untuk tutup sementara karena tidak ada adanya pengunjung yang datang.
"Ada yang buka satu, gak lama tutup lagi. Ya gak ada pengunjung siapa yang mau beli?," ungkap Warta.
Baca Juga: Imbauan BMKG Antisipasi Kekeringan di Puncak Musim Kemarau