Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

ICW: Pelaporan Jubir KPK ke Polisi seperti Cicak vs Buaya 4.0

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Kamis, 29 Agustus 2019 |14:21 WIB
ICW: Pelaporan Jubir KPK ke Polisi seperti Cicak vs Buaya 4.0
Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia ICW, Donal Fariz (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - ‎Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesian Corruption Watch (ICW), Donal Fariz menilai pelaporan terhadap Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah ke polisi merupakan upaya sistematis untuk melemahkan lembaga antirasuah.

Pelaporan juga menimpa para pegiat antikorupsi seperti Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati dan Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo. ICW menyatakan pelaporan terhadap mereka bertiga sama dengan Cicak vs Buaya 4.0. 

"YLBHI dan ICW menilai bahwa laporan pidana terhadap juru bicara KPK, Febri Diansyah, Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, dan Ketua Umum YLBHI, Asfinawati, merupakan bagian dari upaya sistematis pelemahan KPK," kata Donal melalui pesan singkatnya, Kamis (29/8/2019).

Baca Juga: Jubir KPK Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penyebaran Berita Bohong

Sebagaimana diketahui, Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati, hingga Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang mahasiswa bernama Agung Zulianto.

Jubir KPK Febri Diansyah

Adnan Topan, Asfinawati, dan Febri Diansyah dilaporkan ke polisi karena diduga menyampaikan berita bohong. Agung Zulianto melaporkan ketiganya ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 28 Agustus 2019.

Menurut Donal, laporan tersebut adalah salah satu serangan balik dari pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengamankan panitia seleksi (pansel) dan beberapa calon pimpinan KPK dari kritik keras masyarakat sipil. "Pasalnya, YLBHI, ICW dan koalisi masyarakat sipil lainnya sejak bulan April 2019 telah mengawal seleksi pemilihan calon pimpinan KPK," ucapnya.

Donal menjelaskan, koalisi masyarakat sipil‎ menemukan adanya upaya untuk melemahkan KPK sejak proses penunjukkan panitia seleksi calon pimpinan lembaga antirasuah jilid V. Tak hanya soal itu, Donal juga melihat adanya pelemahan KPK lewat proses seleksi capim.

"Itu adalah bagian dari upaya pelemahan sangat serius terhadap KPK, kami menyebutnya ini Cicak Buaya 4.0," ucapnya.

Baca Juga: Dipolisikan Mahasiswa, Koordinator ICW : Masalahnya Apa?

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement