Kriminolog Nilai Istri Bunuh Suami dan Anak di Sukabumi Alami Titik Jenuh

Sarah Hutagaol, Okezone · Kamis 29 Agustus 2019 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 29 525 2098090 kriminolog-nilai-istri-bunuh-suami-dan-anak-di-sukabumi-alami-titik-jenuh-S5E7FOOipH.jpg Ilustrasi titik jenuh. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Kriminologi dari Universitas Indonesia (UI), Dr Arthur Josias Simon Runturambi, menilai perempuan berinisial AK yang membunuh suami dan anak tirinya di Sukabumi sedang mengalami titik jenuh atau titik puncak hingga berani melakukan tindak kriminal itu.

Ia menduga titik jenuh dialami AK akibat terlilit utang sebesar Rp10 miliar yang harus ikut ditanggungnya. Ditambah lagi, AK ingin menjual rumah, namun tidak diperbolehkan oleh suaminya Edi Chandra Purnama.

Baca juga: Pembunuh Bayaran Cekoki Ayah dan Anak Miras Sebelum Dibakar di Sukabumi 

"Karena itu sudah campur ya. Nah, makanya menurut dia pembunuhan sebagai salah satu cara paling istilahnya sudah paling terakhir, titik jenuh, titik puncaknya," ujar Josias ketika berbincang dengan Okezone, Kamis (29/8/2019).

Akibat tidak mempunyai "kemampuan" membunuh, AK akhirnya memilih menyewa empat pembunuh bayaran untuk mengeksekusi suami dan anak tirinya.

Pembunuhan ayah dan anak tiri di Sukabumi dengan cara mobilnya dibakar. (Foto: Okezone)

Josias menganalisis di situlah otak atau ide pembunuhan yang dikeluarkan AK sangat direncanakan. Hal tersebut terlihat ketika keempat eksekutor meracuni suami tersangka dan anak tirinya melalui minuman keras, dan pada akhirnya dibakar.

"Nah, ini memang menurut saya fenomena yang saat ini juga cukup menarik di kota besar, tapi biasanya sih modusnya asuransi, tapi ini kan modusnya bayar utang. Jadi menurut saya modusnya lebih ke persoalan rumah tangga," tuturnya.

Baca juga: Habisi Suami dan Anak Tirinya, Istri Sewa Pembunuh Bayaran Rp500 Juta 

Diketahui, AK menyewa empat pembunuh yang berasal dari Lampung. AK berjanji akan membayar upah sebesar Rp500 juta.

Hingga kini polisi baru mengamankan dua pembunuh bayaran, dan masih memburu dua orang lainnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini