nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prada Deri Minta Keringanan Hukuman, Keluarga Vera Korban Mutilasi Ngamuk

Melly Puspita, Jurnalis · Jum'at 30 Agustus 2019 08:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 30 610 2098429 prada-deri-minta-keringanan-hukuman-keluarga-vera-korban-mutilasi-ngamuk-WAF3bac8jD.jpg (Foto: Melly Puspita/Okezone)

PALEMBANG - Usai sidang kasus pembunuhan dan mutilasi dengan terdakwa Prada Deri Pramana di Pengadilan Militer I-04 Palembang, keluarga korban Vera Oktaria mengamuk dan hampir mengantam terdakwa di pintu keluar pengadilan.

Aksi ini lantaran saat sidang pleidoi, Prada Deri meminta keringanan hukuman. "Tukang fitnah kamu ya, kamu fitnah anak saya, kamu bunuh anak saya. Kamu harus dihukum mati, Vera itu anak baik-baik," kata Suhartini, Ibu Vera sambil berusaha mendekati Prada Deri yang akan dibawa ke mobil tahanan.

Keluarga Vera keberatan atas pleidoi yang disampaikan oleh Prada Deri saat sidang di depan para Majelis Hakim yang dipimpin oleh Mayor Chk khazim. Menurut Suhartini, semua yang disampaikan oleh terdakwa tak sesuai dengan keterangan para saksi.

"Kami tidak terima kalau tidak dihukum mati, kalau adil harus dihukum mati. Anak saya dibunuh dan sudah direncakan semua. Darimana dia dapat gergaji untuk memutilasi Vera, memang bisa jatuh dari langit?" cecar Suhartini kesal.

Foto: Ist

Masih dikatakan Suhartini, Vera hilang lantaran dijemput secara paksa oleh Prada Deri setelah korban pulang dari tempat kerjadnya di salah satu minimarket di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang.

Korban kemudian diajak ke penginapan yang ada di Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin lalu dibunuh dan dimutilasi oleh terdakwa.

"Tidak mungkin anak saya yang jemput dia (Prada Deri). Anak saya itu sudah ketakutan sama dia, sudah mau pisah, tapi dia selalu mengejar. Ini semua sudah direncanakan," ucap Suhartini lagi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini