JAKARTA - Pengamat ertahanan dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menyebut ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di tanah Papua. Apabila gejolak di bumi cenderawasih tak ditangani secara baik dan hati-hati, maka tak menutup kemungkinan akan bernasib seperti Timor Leste 20 tahun yang lalu.
Ia menjelaskan, pemerintah harus melakukan pendekatan secara antoropologis, sosial budaya yang berlaku di Papua. Sehingga, kemarahan warga akibat adanya ucapan rasialisme ke mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu dapat segera terobati.
“Harus ada pendekatan antropologis dan sosial budaya dalam selesaikan masalah Papua,” kata wanita yang karib disapa Nuning itu kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (9/4/2019).
“Tunjukkan juga kepada dunia internasional banyaknya masyarakat Papua yang setia kepada NKRI,” ujarnya menambahkan.

Ia juga meminta pemerintah untuk aktif menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh adat dan agama di tanah Papua. Sebab, masyarakat di sana akan manut ketika mendengar masukan dari mereka. Bahkan, diskusi dengan kelompok separatis pun perlu dilakukan agar mereka kembali ke pangkuan bumi pertiwi.
“Dialog terbuka masyarakat Papua baik yang setia kepada Pemerintah RI maupun yang melakukan separatisme atau yang menunjukkan itikad berseberangan dengan pemerintah Indonesia,” katanya.