JAKARTA - Panitia seleksi (Pansel) telah menyerahkan 10 nama Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin, 2 September 2019. Jokowi telah menyetujui 10 nama yang dipilih Pansel dan tinggal menunggu waktu untuk diserahkan ke DPR RI.
Kesepuluh nama tersebut yakni, Alexander Marwata (Komisioner KPK); Firli Bahuri (Anggota Polri); I Nyoman Wara (Auditor BPK); Johanis Tanak (Jaksa); Lili Pintauli Siregar (Advokat); Luthfi Jayadi Kurniawan (Dosen); Nawawi Pomolango (Hakim); Nurul Ghufron (Dosen); Roby Arya (PNS Sekretaris Kabinet); serta Sigit Danang Joyo (PNS).
Berbagai kritikan muncul dari sejumlah elemen terkait hasil seleksi tersebut. Kritikan tersebut santer terdengar karena masih adanya capim KPK yang bermasalah lolos hasil seleksi. Para kandidat yang bermasalah tersebut terkait tidak patuhnya menyerahkan LHKPN hingga adanya dugaan pelanggaran etik.
Jika ditilik dari laman http://acch.kpk.go.id/, tersimpan sejumlah laporan harta kekayaan dari 10 capim tersebut. Hanya satu capim yang tidak ada LHKPNnya yakni Luthfi Jayadi Kurniawan. Sebab, Luthfi bukan penyelenggara negara yang wajib menyerahkan LHKPN. Berikut catatan harta kekayaan sembilan capim KPK:
1. Alexander Marwata, Memiliki Harta Kekayaan Rp3,9 Miliar
Alexander Marwata yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua KPK tercatat memiliki harta sebesar Rp3.968.145.287. Alex melaporkan harta kekayaannya tersebut pada Februari 2019.
Alex memliki harta bergerak mencapai Rp414.500.000. Sedangkan harta tak bergerak Alex yang terdiri dari dua tanah dan bangunan di kawasan Tangerang bernilai Rp3.044.036.000.
Dia juga tercatat memiliki harta bergerak lain senilai Rp172.550.000, surat berharga senilai Rp540.397.576, kas dan setara kas senilai Rp796.661.711. Kendati demikian, Alex memiliki hutang sebanyak Rp1.000.000.000.
2. Firli Bahuri, Memiliki Harta Kekayaan Rp18 Miliar
Firli Bahuri yang merupakan Anggota Polri, tercatat memiliki harta kekayaan mencapai Rp18.226.424.386. Firli terakhir melaporkan harta kekayaannya tersebut pada Maret 2019.
Total harta bergerak Firli sebesar Rp632.500.000 dan harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunannya bernilai Rp10.443.500.000. Firli juga tercatat memiliki harta lain berupa kas dan setara kas seharga Rp7.150.424.386.
3. I Nyoman Wara, Memiliki Harta Kekayaan Rp1,6 Miliar
I Nyoman Wara merupakan Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berhasil lolos seleksi tahap akhir capim KPK. Dia tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp1.674.916.713 berupa benda bergerak dan tidak bergerak. Dia terakhir kali melaporkan harta kekayaaannya tersebut pada Maret 2019.
Harta bergerak Nyoman Wara bernilai Rp277.000.000 dan harta tak bergeraknya senilai Rp884.700.000. Dia juga memiliki harta bergerak lainnya seharga Rp72.000.000 serta kas dan setara kas Rp751.216.713. Kendati demikian, Nyoman Wara ternyata masih menyimpan hutang sebanyak Rp310.000.000.