Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menanti Langkah Konkret Pemerintah Redakan Konflik Papua

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Kamis, 05 September 2019 |07:30 WIB
Menanti Langkah Konkret Pemerintah Redakan Konflik Papua
Demo mahasiswa dan pemuda Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/8/2019). (Foto : Arif Julianto/Okezone)
A
A
A

KONFLIK berkepanjangan terjadi di Papua dan Papua Barat, sejak minggu ketiga Agustus 2019. Berbagai aksi massa mewarnai kehidupan di Bumi Cenderawasih, julukan Papua. Demonstrasi massa tersebut disebut disulut insiden mahasiswa Papua di sejumlah daerah, seperti Surabaya dan Malang.

Aksi massa tersebut ada yang bahkan berujung rusuh. Terjadi pengerusakan terhadap fasilitas umum, seperti Kantor DPRD Mimika, pembakaran kios di Fakfak, Papua Barat. Massa juga sempat memblokade jalan.

Tak hanya itu, massa membakar sejumlah kantor, termasuk milik Telkomsel di Jayapura. Hal ini sempat membuat PLN memutuskan listrik.

Aparat keamanan bekerja keras untuk menenangkan situasi. Bahkan secara berkala TNI-Polri mengerahkan personel ke sana untuk mengamankan masyarakat, objek vital, serta menenangkan massa. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, aparat harus bertindak persuasif untuk mengatasi masalah di Papua. Perlahan tapi pasti, situasi di Papua dan Papua Barat kondusif.

Pengepungan Asrama Mahasiswa Jadi Pemicu?

Pengepungan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada pertengahan Agustus 2019 disebut jadi salah satu pemicu demonstrasi di Bumi Cenderawasih. Pengepungan dilatarbelakangi hoaks yang dilontarkan mengenai bendera merah putih yang dimasukkan ke selokan dan dipatahkan.

Pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya (Foto : Dok Okezone.com/Syaiful Islam)

Massa yang marah mengetahui hal itu mengepung asrama mahasiswa. Polisi dan TNI turun tangan agar tidak terjadi bentrok. Aparat mencoba melakukan pendekatan persuasif kepada para mahasiswa yang masih bertahan di asrama. Namun, di sana ada massa dan prajurit TNI meneriakkan kata-kata rasial kepada mahasiswa dari Timur tersebut.

Kata-kata rasial yang ditujukan kepada mahasiswa itu yang tersebar dalam video di media sosial (medsos) disebut jadi pemicu adanya demo di sejumlah wilayah Papua.

"Ini akibat video viral di medsos ituloh. Mereka tidak terima dengan sebutan mereka seperti itu artinya ada penghinaanlah," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019).

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement