Share

Arsitek Rencana Damai Israel-Palestina, Jason Greenblatt Mengundurkan Diri

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 06 September 2019 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 06 18 2101509 arsitek-rencana-damai-israel-palestina-jason-greenblatt-mengundurkan-diri-ho2z34x8UR.jpg Jason Greenblatt. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt berencana mengundurkan diri setelah rencana perdamaian untuk Israel dan Palestina yang sedang ia kerjakan, dirilis. Hal itu diungkapkan oleh beberapa pejabat AS pada Kamis.

Berdasarkan keterangan pejabat yang dilansir Reuters, Greenblatt, yang berniat untuk menjabat hanya selama dua tahun ketika mulai bekerja di Gedung Putih pada awal 2017, sangat ingin kembali ke istri dan enam anaknya yang tinggal di rumah mereka di New Jersey.

BACA JUGA: Bahas Solusi Damai Palestina, Utusan Trump Temui Netanyahu

Greenblatt dan Pejabat Senior Gedung Putih, Jared Kushner, serta Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman, memimpin upaya untuk mengembangkan rencana perdamaian untuk Israel dan Palestina. Mereka telah menghabiskan waktu sepanjang masa pemerintahan Trump untuk mengerjakan rencana yang disebut Trump sebagai “kesepakatan abad ini”.

Trump menyebut Greenblatt sebagai "seorang teman yang setia dan hebat dan pengacara yang fantastis". Dia mengatakan bahwa Greenblatt pergi untuk mengejar pekerjaan di sektor swasta.

"Dedikasinya kepada Israel dan untuk mencari perdamaian antara Israel dan Palestina tidak akan dilupakan," kata Trump dalam posting Twitternya sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (6/9/2019).

Sejauh ini, Gedung Putih baru mengungkapkan rencana pembangunan kembali senilai USD50 miliar untuk Palestina dan negara-negara tetangganya, tetapi belum mengeluarkan proposal mereka untuk menyelesaikan masalah-masalah politik yang sulit seperti status Yerusalem.

Pejabat AS mengatakan bahwa rencana politik itu sekarang telah lengkap dan akan diumumkan kepada publik saat waktunya tepat.. Trump mengatakan dia akan merilisnya beberapa saat setelah pemilihan umum Israel yang akan menentukan nasib Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 17 September.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Apakah Trump akan merilis rencana itu segera setelah pemilihan atau dia menunggu sampai koalisi pemerintahan terbentuk, yang mungkin memakan waktu beberapa pekan, masih belum jelas.

BACA JUGA: Trump: Netanyahu Menang Pemilu Israel, Peluang Perdamaian Lebih Terbuka

Otoritas Palestina menolak berkomentar tentang pengunduran diri Greenblatt. Namun, seorang pejabat di Ramallah mengatakan bahwa "pengunduran diri Greenblatt adalah bukti kegagalannya, karena ia tidak mengikuti aturan proses perdamaian dan sebagai hasilnya merusak kredibilitas Amerika Serikat."

Otoritas Palestina telah memboikot upaya perdamaian AS sejak akhir 2017 ketika Trump memutuskan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menentang Resolusi PBB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini