Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Cinta pada Pandangan Pertama Soekarno-Hartini

Demon Fajri , Jurnalis-Jum'at, 06 September 2019 |07:17 WIB
Kisah Cinta pada Pandangan Pertama Soekarno-Hartini
Foto: Ist
A
A
A

Pada 15 Januari 1953 atau dua hari setelah Guruh Soekarnoputra lahir, Bung Karno meminta izin dengan istrinya, Fatmawati untuk menikahi Hartini. Permintaan Bung Karno tersebut langsung mendapatkan restu dari Fatmawati.

Namun, izin dari Fatmawati menuai protes dari berbagai organisasi wanita. Seperti, Perwari yang anti poligami. Pada 7 Juli 1953, Soekarno dan Hartini, menikah di Istana Cipanas.

Bersama Hartini, Soekarno banyak bertemu dengan tamu negara. Pimpinan negara Kamboja, Vitenam dan istri raja Jepang, misalnya. Sosok Hartini merupakan tipikal wanita Jawa teladan.

Sebab, berbakti kepada suami meskipun di madu dan tetap menemani Soekarno, hingga meninggal dunia. Pada tahun 1964, Hartini pindah ke salah satu paviliun di Istana Bogor.

Hartini ikut mendampingi acara kenegaraan Soekarno di Istana Bogor, antara lain menemui Ho Chi Minh, Norodom Sihanouk, Akihito dan Michiko.

Hartini

Berdasarkan catatan sejarah, Hartini banyak mengisi paruh kehidupan Soekarno. Hartini merupakan perempuan Jawa yang setia, nrimo dan penuh bekti terhadap guru laki.

Hartini meninggal di Jakarta 12 Maret 2002, dalam usia 77 tahun. Hartini dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak.

Hartini meninggalkan enam orang anak. Yakni, Bayu Soekarnoputra dan almarhum Taufan Soekarnoputra (berayah Bung Karno) serta Siti Suwandari, Herwindo, Tri Harwanto, dan Sri Wulandari (berayah Soeswondo).

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement