JAKARTA – Masyarakat sedang dihebohkan dengan cerita yang berjudul 'KKN di Desa Penari'. Kisah tersebut berisi sekelompok mahasiwa yang melakukan kuliah kerja nyata yang penuh aroma mistis.
Viralnya cerita KKN di Desa Penari setidaknya menunjukkan masyarakat Indonesia memang mempunyai kecendrungan menyukai cerita yang bernuansa horor dan mistis. Lantas, apa kata pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait cerita ini?
Baca juga: Menerka Lokasi Mistis Cerita KKN Desa Penari di Banyuwangi
Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundangan MUI Ikhsan Abdullah menyayangkan ada cerita yang dilakukan oleh beberapa tokoh karena dianggap menyekutukan Tuhan.
"Seharusnya sebagai Muslim atau pemeluk agama lain harus tunduk dan taat kepada tuhannya. Bukan percaya kepada mistis alam gaib dan sebagainya," kata Ikhsan ketika berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Kemudian ia juga turut menilai beberapa karakter dalam cerita KKN di Desa Penari sangat mencerminkan sosok mahasiswa yang berpikir rasional.
Sebut saja melakukan hal yang melanggar norma dan aturan di sebuah tempat. Hingga akhirnya, mereka mendapat hukuman akibat perbuatan yang dilakukan.
Baca juga: Cerita Seperti KKN Desa Penari Lindungi Situs Plangon Cirebon dari Perbuatan Asusila
"Yang lebih penting saya kira kita berpikir nalar dan rasional ya. Sebenarnya perbuatan yang sudah dirancang, tokoh-tokoh ini yang ada sudah niatan kurang baik," jelas Ikhsan.
"Karena di mana pun, namanya tempat-tempat di Indonesia ada juga tempat yang dianggap sebagai tempat keramat ya, tetapi enggak layak digunakan perbuatan seperti itu," tambahnya.